Tanggapan Pengusaha Bus Tentang Rencana Penggunaan Bio Diesel B50

Tanggapan Pengusaha Bus Tentang Rencana Penggunaan Bio Diesel B50 Pengusaha Bus Pertanyakan mandatori B30.

KabarOto.com - Sampai akhir 2020, pemerintah berencana penggunaan bahan bakar bio diesel dengan campuran minyak nabati B30 sudah bisa dimaksimalkan hingga B50. Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, evaluasi mandatori penggunaan Bio Diesel, di kantor Presiden, Jakarta pekan lalu.

Jika kita secara konsisten menggunakan B20 ini, maka kita bisa menghemat anggaran sekitar US$ 5,5 miliar setiap tahun. Selanjutnya, saya ingin pada Januari 2020 nanti kita sudah (menggunakan) B30. Dan selanjutnya di akhir tahun 2020, kita loncat ke B50," paparnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Road Test B30 Untuk Kendaraan Penumpang Dan Truk

Sementara itu, FX Sutijastoto Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku saat ini menyiapkan roadmap atau peta jalan penggunaan BBM nabati lebih dari 30% atau B50. Saat ini, kata dia, Kementerian ESDM tengah menyiapkan studi kelayakan terkait penggunaan biodisel di atas 30%.

Pemerintah mulai uji coba Bio Diesel B50.

Namun rencana pemerintah tersebut disambut Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI). Lewat Ketua Umumnya, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, "Pelaku usaha angkutan tentu sepakat dengan alasan penerapan BBM B30, juga untuk pemberdayaan komoditas sawit Indonesia.”

Namun ia menambahkan, yang harus diperhatikan pemerintah adalah apakah BBM tersebut kompatibel dengan teknologi mesin yang terus berkembang hingga ke depan.

"Ada kontradiktif dalam kebijakan pemerintah di sektor otomotif terkait dengan bahan bakar maupun isu lingkungan, serta penggunaan bahan bakar biodiesel ini," paparnya.

Menurutnya, di satu sisi, pemerintah meminta kalangan industri otomotif di Tanah Air untuk mengadopsi teknologi yang sesuai dengan standar Euro 4, dan seterusnya yang lebih tinggi.

Uji Coba Bio Diesel B30 oleh Kementeian ESDM.

Sementera itu masih menurut Kurnia, di sisi lain pemerintah juga mendorong agar penggunaan BBM dengan campuran minyak nabati terus digalakan baik B20, B30, dan seterusnya. Karena dengan tingginya teknologi yang diadopsi, bahan bakar yang dibutuhkan juga harus sesuai.

Baca Juga: PPKS Road Test Kijang Innova Pakai Biodiesel Sawit 50%

"Setahu saya, di luar negeri jenis BBM bio itu hanya sampai B7 sesuai dengan teknologi mesin, agak aneh antara keinginan dan kebutuhan teknologi,” ujar Direktur Utama PO Putera Mulya Sejahtera .

Ia menambahkan, B20 sudah cukup merepotkan kalangan pelaku usaha, banyak bus-bus yang harus sering berganti filter bahan bakar, karena filternya dipenuhi gel akibat penggunaan BBM B20.