Tidak Seperti Formula 1, Formula E Hanya Punya Satu Jenis Kompon

Tidak Seperti Formula 1, Formula E Hanya Punya Satu Jenis Kompon Ban Formula E. (Dok : Michelin Motorsport)

KabarOto.com – Jika menonton Formula 1, kita terkadang dibuat bingung dengan warna ban yang berubah-ubah. Penyesuaian warna di ban dilakukan sesuai kondisi dan strategi masing-masing tim. Warna putih untuk ban keras, kuning mewakili medium, merah itu soft, biru untuk ban basah, dan hijau digunakan apabila trek licin.

Namun berbeda nih dengan balap jet darat listrik Formula E yang ternyata hanya memiliki satu jenis kompon. Ban Michelin Pilot Sport EV telah digunakan mobil-mobil Formula E sejak balapan pertama pada tahun 2014. Berukuran 18 inci, Pilot Sport EV tidak punya varian kekerasan ataupun alur, hanya ada satu dan dipakai di semua kondisi trek.

Jerome Mondain, Manajer Formula E Michelin Motorsport menjelaskan. “Idenya adalah memproduksi ban sesedikit mungkin dengan bahan baku lebih sedikit. Kami harus memadukan pola pikir semangat motorsport dan pola pikir tujuan jalan,”

Baca Juga : Mobil Balap Formula E Akan Dipamerkan Di Area Monas

Dengan begini, setiap tim memiliki 25 persen lebih sedikit ban untuk digunakan pada satu seri balapan, dan hingga 50 persen lebih sedikit di double-header. Artinya lebih sedikit ban perlu dibuat, dikirim, dan didaur ulang. Hal ini pun sejalan dengan tujuan balap Formula E yang ramah lingkungan, dan bisa menghemat 720 ban selama satu musim. Hal ini juga mengurangi hingga 50 ton karbondioksida atau CO2.

Selain itu Michelin juga mendaur ulang semua ban yang digunakan dalam satu seri. “Semua ban kami setelah balapan kembali ke gudang dan didaur ulang. Salah satunya digunakan di pabrik semen sebagai pengganti bahan bakar fosil, dan contoh lain diberikan di taman bermain dan lantai taman anak-anak,” jelas Mondain.

Baca Juga : Hasil F1 Monako 2022, Red Bull Racing Double Podium

Tidak hanya itu, Michelin mendaur ulang untuk digunakan dalam pembuatan jalan guna memberikan elastisitas mengatasi ekspansi dan kontraksi antara musim dingin dan musim panas. Sehingga, jalan tidak melengkung dan retak. Hal tersebut tentu membantu jalan bertahan lebih lama.

Hal ini juga didukung oleh salah satu pembalap Nissan e.dams, Sebastien Buemi. “Michelin menggunakan Formula E dan ban yang mereka kembangkan sebagai laboratorium untuk ban jalanan mereka, sehingga Anda dapat mengharapkan untuk melihat teknologi yang kami gunakan pada mobil balap di mobil biasa Anda dalam waktu dekat,” ujar Buemi.