Tiga Komunitas Moge Asal Jawa Tengah Ini Haus Balap Resmi

Tiga Komunitas Moge Asal Jawa Tengah ini Haus Balap Resmi Mereka punya prinsip lebih baik balap resmi ketimbang geber-geber moge di jalan umum (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Motor besar atau motor gede (Moge) kini semakin menjamur keberadaannya di bumi pertiwi. Tak bisa disangkal lagi memang hal itu dilatarbelakangi oleh animo yang semakin membludak serta peran agen pemegang merek (APM) dan juga importir umum (IU) yang menyodorkan banyak tipe yang bisa dipilih dengan legalitas terjamin.

Hal tersebut otomatis membuat sobat KabarOto yang doyan main moge, tentunya kini memiliki beragam tempat atau wadah untuk gabung ke perkumpulan pecinta motor ber-cc besar itu.

Eits.. yang pasti jangan asal masuk, pastinya komunitas harus punya prinsip yang bersifat positif, misalnya tidak masuk tol dan tidak wheelie arogan di jalan umum.

Baca juga: Brembo Recall Sejumlah Motor Gede Karena Gunakan Rem Berbahan Plastik

Seperti KTP Big Bike, NKBB, dan 66 garage yang bermarkas di Cilacap. "KTP singkatan dari Kanibal Team Purwokerto, NKBB adalah Nusa Kambangan Big Bike, sedangkan 66 garage adalah bengkel moge rumahan kami di Cilacap," ujar Mahwy, pentolan 66 Garage.

Menurut Mahwy, 3 nama yang mereka gabung ini melahirkan lebih dari 60 moge aktif yang suka kopdar di wilayahnya. "Kita suka gantian mas samperin temen-temen kita ke Purwokerto, nanti giliran mereka yang samperin kita ke Cilacap, pokoknya rame kalau jalan semua, seru," katanya.

Kanibal sendiri merupakan singkatan dari Kawasaki Ninja Banyumas Alliance yang digunakan pada awal terbentuknya komunitas tersebut, "Awal terbentuk 2009 mayoritas anggotanya memang menggunakan varian Kawasaki Ninja, namun seiring berjalannya waktu, big bike dari bermacam-macam merek mulai masuk. Tahun 2016 kami resmi mengubah nama menjadi Kanibal Team Purwokerto (KTP) Big Bike," ujar Eko AF selaku salah satu member.

Baca Juga: KTP Big Bike, Kanibal Namun Adakan Kegiatan Baksos

Kuda besi mereka pun bervariatif mulai dari moge naked bike, cruiser, sportbike, superbike, hyperbike, sampai moge era 90-an. "Kegiatan kami selain baksos dan santunan adalah balap. Karena mayoritas member disini semuanya suka dengan balap moge, di seluruh penjuru Indonesia kalau ada kalender balap pasti kami datang," imbuh pria berkacamata itu.

Sewaktu KabarOto melakukan peliputan di ajang Indonesia Drag Wars Lanud Rumpin, Bogor, mereka menurunkan 6 moge dan beberapa diantaranya menyabet trofi kemenangan menyingkirkan rival-rivalnya hanya bermodalkan modifikasi dari barang-barang bolt-on. "Ya lebih baik balap resmi begini mas, ketimbang ugal-ugalan dijalan. Komitmen anggota kita jangan sampai reckless dijalan yang akhirnya menyusahkan diri sendiri dan orang lain," jelasnya.

"Indonesia ini 'fakir gaspol' balap moge, untuk tempat latihan saja jujur kami kesulitan, kami masih menunggu ada sirkuit yang proper untuk memacu mesin-mesin kami untuk dapat waktu dan traksi yang bagus. Sementara ini kami harus puas dengan event yang ada," ujarnya.

Kita doakan semoga lekas terlaksana ya, bro!