Toyota Investasi Rp49,7 Triliun Produksi Baterai Di Amerika Serikat

Toyota Investasi Rp49,7 Triliun Produksi Baterai di Amerika Serikat

KabarOto.com - Toyota Motor Corporation akan mengeluarkan 380 miliar Yen atau sekitar Rp 49,7 triliun untuk produksi baterai mobil listrik, termasuk BEV, di Amerika Serikat pada tahun 2030 untuk mempromosikan elektrifikasi lebih lanjut menuju realisasi netralitas karbon.

Investasi ini akan menjadi bagian dari investasi sekitar 1,5 triliun Yen atau Rp 191,5 triliun yang diumumkan pada September 2021 untuk pengembangan dan penelitian serta pengembangan sistem pasokan baterai global pada 2030.

Toyota Motor North America, Inc. (TMNA), unit bisnis Toyota Amerika Utara, akan membuka perusahaan baru di Amerika Serikat dengan Toyota Tsusho Co., Ltd. Sebagai langkah pertama untuk mempromosikan upaya menuju produksi lokal baterai.

Baca Juga :Toyota Mirai Cetak Rekor Dunia, Jalan 1.360 Km Sekali Isi Hidrogen

Direncanakan projek ini akan mulai beroperasi pada 2025 mendatang, dan melibatkan sekitar 1.750 karyawan lokal baru pada tahun 2031. Serta Nantinya perusahaan baru pertama-tama akan fokus produksi baterai untuk HEV.

Tetsuo Ogawa, CEO TMNA, mengatakan bahwa Toyota akan terus berupaya berkontribusi pada lingkungan, lapangan kerja di Amerika Serikat, dan pelanggan melalui elektrifikasi kendaraan. Dengan investasi ini, akan terjangkau bagi pelanggan di Amerika Serikat.

"Kami akan menyediakan kendaraan listrik, berkontribusi pada pengurangan emisi CO 2 yang signifikan, dan menciptakan lapangan kerja di Amerika Serikat, yang akan sangat penting untuk masa depan mobilitas,” yakin Tetsuo.

Baca Juga :Petinggi Toyota Ungkap Masalah Jika Mobil Listrik Terus Berkembang

Hingga saat ini, total kumulatif ada sekitar 18,7 juta kendaraan listrik telah terjual secara global, dan 4,5 juta kendaraan listrik telah terjual di Amerika Serikat. Saat ini, sekitar 25% dari penjualan AS adalah kendaraan listrik. Pada tahun 2030, diharapkan naik sekitar 70%.

Menanggapi meningkatnya permintaan, jajaran kendaraan listrik seperti HEV, PHEV, FCEV, dan BEV, yang saat ini berjumlah 55 model secara global, akan diperluas menjadi sekitar 70 model pada tahun 2025.