Wah, Hyundai Kembangkan Teknologi Untuk Teman Tuli

Wah, Hyundai Kembangkan Teknologi untuk Teman Tuli Hyundai kembangkan teknologi untuk penyandang tuli

KabarOto.com - Ketika perhelatan Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 berlangsung, KabarOto dan Kami Bijak sempat mengajak teman-teman dari komunitas disabilitas untuk menikmati pameran ini. Pada kesempatan yang diberikan tim Kabaroto juga menyempatkan berdiskusi terkait kendaraan impian mereka.

Kabar baik, dilansir dari New Atlas saat ini Hyundai telah mengembangkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman berkendara pada penyandang disabilitas, kali ini untuk teman tuli. Nah, Hyundai mengembangkan sistem komunikasi yang mengubah suara di dalam dan di luar mobil menjadi alat bantu taktil serta visual.

Mungkin sobat KabarOto masih asing dengan istilah taktil, istilah ini berkenaan dengan perabaan. Sehingga teknologi yang Hyundai usung ini akan mengubah suara menjadi sesuatu yang bisa dirasa atau diraba dan dilihat. Karena penggunanya ada teman tuli, di mana kekurangannya ada pada pendengaran.

Teknologi baru dari Hyundai ini menggabungkan kecerdasan buatan dan sensor suara, dengan dua sistem bantuan kemudi yang terpisah namun bekerja bersama.

Sistem Audio-Visual Conversion (AVC) dan Audio-Tactile Conversion (ATC) akan membantu pengemudi penyandang tuli. Di mana sistem ini lebih memaksimalkan indera peraba dan kemampuan visual yang selaras, untuk lebih memahami apa yang terjadi di dalam dan di sekitar kendaraan.

Baca Juga: Seperti Ini Mobil Impian Teman Disabilitas Usai Kunjungi Telkomsel IIMS 2019

Suara dari lingkungan di luar mobil dapat dirasakan, dan secara visual digambarkan oleh sistem kemudi dengan cerdas. Bahakn teknologi ini dapat membedakan antara suara satu dengan suara lainnya. Misalnya suara sirine kendaraan darurat.

AVC juga dapat mengabaikan atau menanggapi suara-suara itu sesuai dengan kebutuhan. Kemudian suara tersebut ditampilkan menjadi isyarat visual pada tampilan head-up kendaraan.

Sebagai pengganti GPS, sudah disematkan juga teknologi untuk petunjuk navigasi seperti belokan. Perintahnya akan ditunjukkan melalui strip lampu LED multi-warna yang tertanam di roda kemudi. Saat memberi perintah lampu pada setir ini dapat berkedip ke arah yang perlu dilalui pengemudi.

Sedangkan untuk suara pada interior mobil, termasuk sistem peringatan di dalam kendaraan seperti teknologi penghindaran kecelakaan, ditransmisikan ke setir dengan mengubah suara menjadi getaran.

Misalnya sensor parkir, akan mentransmisikan metrik jarak ke pengemudi melalui sistem AVC dengan cara menggetarkan roda kemudi. Getaran yang diberikan juga berbeda, tergantung pada jaraknya. Hal ini mirip dengan suara sensor parkir biasa di mana semakin dekat jarak, maka bunyi semakin cepat.

Sensor getar ini tidak hanya menunjukkan jarak saja, bahkan akan menunjukkan dimana letak permasalahannya. Teknologi ini sudah ditunjukkan dalam video yang menampilkan Daeho Lee, seorang pengemudi taksi tuli pertama di Seoul, Korea Selatan.