Wah! Pemerintah Keluarkan Rp 43 Triliun Per Tahun Untuk Jalan Rusak Akibat Truk ODOL

Wah! Pemerintah Keluarkan Rp 43 Triliun per Tahun untuk Jalan Rusak Akibat Truk ODOL Ilustrasi truk ODOL (ist)

KabarOto.com - Selain menjadi salah satu penyebab tertinggi kecelakaan di jalan raya, truk Over Dimension Over Loading (ODOL) juga disebut sebagai penyebab kerusakan jalan sejumlah lokasi di Indonesia.

"Tanpa pengendalian ODOL, kita akan kesulitan untuk menjaga kemantapan jalan di Indonesia sepanjang 541.217 km dalam kondisi baik," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca Juga: Biar Gak Bingung, Ini Perbedaan Peugeot 3008 Dan 5008 Allure Plus

Dari total panjang tersebut 47.017 km merupakan jalan nasional non tol dan 2.093 km jalan tol yang sudah beroperasi yang dibawah tanggung jawab Kementerian PUPR.

Salah satu penyebab jalan rusak (SP)

"Jalan nasional dan jalan tol ini merupakan jalur-jalur vital yang menjadi urat nadi logistik dan perekonomian nasional," tambah Basuki dalam keterangan resminya.

Lebih jauh ia mengungkap, kerusakan jalan akibat ODOL juga memicu peningkatan anggaran untuk pemeliharaan jalan nasional, jalan tol, dan jalan provinsi dengan rata-rata Rp 43,45 triliun per tahun.

Baca Juga: Punya Harga Terjangkau, Ban Delium Xtreme Xpedition Bisa Jadi Pilihan Untuk Off-Road

Kementerian PUPR sendiri, dalam mendukung penghapusan kendaraan ODOL telah menggunakan teknologi Weigh in Motion (WIM) Bridge atau sensor pengukuran beban kendaraan bergerak yang dipasang di jembatan.

Ilustrasi WIM Bridge (PUPR)

Sejak tahun 2017, sistem WIM Bridge ini telah diterapkan di beberapa jalan nasional, seperti di Jembatan Pawiro Baru di ruas jalan Batas Kabupaten Batang – Weleri, Pantura Jawa.

Rencananya, pelarangan penuh angkutan ODOL akan berlaku pada 2023. Sebagai tahap awal, pemerintah akan melakukan pelarangan dalam waktu dekat di ruas Tol Tanjung Priok - Jakarta - Cikampek - Bandung.