OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

BAIC Kembangkan Baterai Ion Natrium, Bisa Isi Penuh 11 Menit dan Tahan Suhu Ekstrem

Pradia Eggi - Kamis, 26 Maret 2026
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - BAIC mengungkap perkembangan terbaru dalam pengembangan baterai ion natrium, yang diproyeksikan menjadi alternatif baterai litium, terutama dari sisi biaya produksi, ketersediaan bahan baku, serta kinerja di suhu rendah.

Berdasarkan keterangan divisi risetnya, BAIC telah merampungkan pengembangan sampel baterai tersebut dengan performa yang diklaim kompetitif di kelasnya. Baterai ini menggunakan sel berbentuk prismatik dengan kepadatan energi mencapai 170 Wh/kg dari hasil pengujian internal.

Keunggulan Baterai Ion Natrium

Dari sisi pengisian daya, teknologi ini mendukung pengisian cepat 4C yang memungkinkan baterai terisi penuh dalam waktu sekitar 11 menit. Selain itu, baterai tetap dapat beroperasi pada suhu ekstrem, mulai dari -40 derajat hingga 60 derajat Celcius, dengan retensi energi lebih dari 92 persen pada suhu -20 derajat Celcius.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian. BAIC menyebut baterai ini mampu menahan kondisi pengisian berlebih hingga 200 persen tanpa memicu kebakaran atau ledakan. Stabilitasnya juga teruji dalam suhu tinggi hingga 200 derajat Celcius.

Baterai Ion Natrium punya sejumlah keunggulan.

Program Aurora Battery

Pengembangan baterai ion natrium ini merupakan bagian dari program "Aurora Battery" yang juga mencakup teknologi baterai litium dan solid-state.

BAIC mengklaim telah menyiapkan langkah menuju produksi massal, didukung oleh sekitar 20 paten yang mencakup material, desain sel, hingga proses manufaktur.

Baca Juga: BAIC BJ30 Hybrid FWD Tembus 1.032 Km Sekali Isi Bensin, Terbukti Efisien Lewati Rute Ekstrem!

Di industri kendaraan listrik, baterai ion natrium mulai dilirik sebagai solusi untuk segmen yang sensitif terhadap harga dan penggunaan di wilayah bersuhu dingin.

Meski demikian, teknologi ini masih memiliki keterbatasan dalam hal kepadatan energi dibandingkan baterai litium.

Sejumlah produsen lain juga mulai mengembangkan teknologi serupa. CATL bersama Changan telah memperkenalkan kendaraan listrik berbasis baterai natrium dengan jarak tempuh lebih dari 400 km.

Sementara itu, BYD tengah mengembangkan generasi terbaru dengan daya tahan hingga 10.000 siklus pengisian.

Meski menunjukkan progres signifikan, BAIC belum mengungkap jadwal pasti penerapan baterai ini pada kendaraan produksinya. Saat ini, teknologi tersebut masih berada pada tahap pra-komersial dan terus dikembangkan sebelum masuk ke penggunaan massal.

Baca Juga: BAIC BJ30 Hybrid FWD: 5 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Baca Artikel Asli