KabarOto.com - Pemerintah terus berupaya agar program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik menarik minat masyarakat dan juga memenuhi target sebanyak 50 ribu unit pada 2023 dan 150 ribu unit pada 2024.
Salah satu strategi jangka panjang pemerintah agar masyarakat tertarik melakukan konversi motor listrik adalah dengan mencari investor yang menyediakan pertukaran (swap) baterai motor listrik.
Baca Juga : Pengguna Kendaraan Listrik Terus Tumbuh, PLN Hadirkan SPKLU Baru
Swap baterai di stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) menjadi salah satu terobosan pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur percepatan konversi motor listrik.
"Dengan adanya investor swap baterai ini, motor listrik tidak perlu membeli baterai, cukup ditukar saja," ujar Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE) Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanan dalam keterangannya, Kamis (8/6).
Senda menjelaskan inovasi yang telah dilakukan PT PLN (Persero) untuk kendaraan motor listrik tersebut, akan menjadi langkah pemerintah mempercepat kebijakan tersebut.
Baca Juga : Ada 4 SPKLU di Ruas Tol Semarang-Batang, untuk Pemudik Menggunakan Kendaraan Listrik
Sehingga, jika baterainya habis, pemilik kendaraan tinggal datang saja ke tempat penukaran baterai untuk menukar baterai. Target ke depan, biaya konversi yang dilakukan masyarakat jadi lebih murah.
"Seperti yang dilakukan PLN, masyarakat datang dengan subsidi dari pemerintah dan ada investor swap baterai, sehingga masyarakat tertarik untuk konversi," tambahnya.