Bro n Sist yang menyukai kecepatan akan melakukan beberapa perubahan pada motor standarnya, seperti hal nya mengganti knalpot standar dengan knalpot racing. Dan terkadang timbul pertanyaan, apa perubahan yang terjadi dan efek apa yang terjadi setelah ganti knalpot, dari knalpot standar pabrikan menjadi knalpot after racing, yang statusnya OEM (Original Equipment Manufacturer) ataupun yang non-OEM. Berikut penjelasan dari bro Ryan punggawa dari bengkel RMS di bilangan Cileduk Tangerang.
Mengganti Knalpot memang banyak dilakukan oleh para biker untuk mendapatkan tarikan atau lari motor lebih kencang dan maksimal, hal ini lazim dilakukan oleh biker yang seakan tidak puas dengan rasa knalpot standar mereka yang kurang tarikan, "tidak ada suaranya, tarikan kurang, dan larinya brebet. Hal ini terjadi karena APTM atau produsen kendaraan roda dua hanya menyesuaikan regulasi, perlu diketahui bahwa standar Polusi suara kendaraan di negara kita adalah 80 desibel (DB) untuk motor under 175cc dan 83 DB untuk diatasnya.
Untuk memenuhi keinginan para bikers, solusinya ganti knalpot standar dengan knalpot racing. Saat ini banyak tempat yang memperjualkan knalpot racing, namun harus di pahami efek dan perbedaan apabila kita hendak mengganti knalpot racing.
Efek yang akan timbul setelah mengganti knalpot standar dengan knalpot racing pada motor.
. Suara jadi lebih sangar
Knalpot racing yang baik dan benar itu memiliki standar regulasi untuk setiap negara, di Indonesia knalpot racing memiliki tingkat kebisingingan minimal 83 DB (upper 175cc) dan 80 DB (under 175cc), suara yang dihasilkanpun seharusnya bersuara sangar, bukan bising atau cempreng, biasanya untuk knalpot ori bermerek seperti Akrapovic, Daytona, R9, Prospeed dan lainnya, memiliki suara sangar dan sudah disediakan atau dilengkapi dengan DB Killer untuk meredam bising, namun beda ceritanya dengan knalpot abal-abal duplikat yang banyak di pasaran.
. Performa mesin menjadi naik
Selain mengeluarkan suara yang sangar, knalpot racing juga membuat performa mesin naik, motor akan lebih kencang. Power akan naik begitu juga dengan torsinya, biasanya sih kenaikan sekitar 1 Horse Power (HP) untuk tenaganya, dan sekitar 1 Newtonmeter (Nm), namun untuk perubahan performa tergantung knalpot yang di gunakan, setiap knalpot bisa menghasilkan tenaga yang berbeda-beda.
Berhati hatilah saat memilih knalpot, pastikan orisinilnya, jangan yang hasil duplicate (bajakan), karena knalpot racing bajakan atau yang membuatnya tidak benar (hanya sekedar suara saja) performa motor juga tidak akan baik, bukan menaikkan performa malah bisa menurunkan performa, bila menggunakan knalpot yang salah motor tidak akan menghasilkan top speed terbaiknya dan berakibat motor tetap tidak kencang.
. Konsumsi bahan bakar naik
Otomatis jika knalpot racing bisa menghasilkan tenaga yang lebih kencang, konsumsi bahan bakar motor juga akan mengalami kenaikan, intinya akan menjadi lebih boros, namun masih dalam tahap wajar dan tidak banyak.
. Lebih racing look
Motor akan menjadi lebih racing look, penampilan akan berubah menjadi lebih keren, terlebih lagi terdapat merek pabrik pembuatnya, yang pasti membawa efek tampilan menjadi seperti motor balap.
Seperti itulah efek ganti Knalpot racing dari knalpot pabrikan asli, saran dari kami bila ingin membeli knalpot racing beli lah yang asli, meskipun mahal tetapi kualitasnya terjaga dan tidak di ragukan lagi, dan jangan lupa pasang DB killer agar aman terhindar dari tilang kepolisian, ingat minimum tingkat kebisingan yang sesuai dengan undang-undang di negara kita Bro n Sist.
baca juga: