OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Visibilitas, Kerap Disepelekan Pengemudi Mobil dan Berujung Fatal

Kipli - Minggu, 06 September 2026
OtoTips Tips Mobil

KabarOto.com - Hujan mengubah lebih dari sekadar kondisi jalan. Dalam hitungan detik, air yang menempel di kaca depan dapat mengubah seberapa jelas seorang pengemudi membaca kendaraan di depannya, marka jalan, pengguna jalan lain, maupun perubahan situasi di sekitarnya.

Di titik inilah keselamatan berkendara bermula dari sesuatu yang sangat mendasar yakni kemampuan untuk melihat. Sebelum pengemudi dapat menilai risiko dan menentukan respons, ia terlebih dahulu harus mampu menangkap situasi yang ada di hadapannya.

Baca Juga: Pahami Fitur Adaptive Cruise Control yang Memudahkan Pengemudi

Budaya Keselamatan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., menekankan bahwa budaya keselamatan tidak berhenti ketika kendaraan dinyatakan lulus uji tipe atau laik jalan.

Keselamatan harus dijaga sepanjang siklus hidup kendaraan, mulai dari desain, produksi, registrasi, hingga masa operasional. Hal tersebut disampaikan melalui Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan RI, Heri Prabowo, Kamis (3/9).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keselamatan jalan bertumpu pada tiga hal yakni kendaraan yang laik, pengemudi yang kompeten, serta infrastruktur dan ekosistem yang mendukung. Ketiganya harus berjalan bersama, dengan sinergi pemerintah, industri, dan pengguna jalan sebagai kuncinya.

Di antara berbagai aspek yang mendukung keselamatan berkendara, visibilitas menjadi salah satu hal yang kerap luput dari perhatian. Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa sebagian besar keputusan pengemudi bergantung pada informasi visual.

“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujar Yannes.

Menurut Yannes, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen, sementara kaca yang kotor dapat menurunkan efektivitas kontrol visual pengemudi. Ketika air, kabut, atau sisa sapuan menurunkan kontras pandangan, objek di jalan dapat terdeteksi lebih lambat. Akibatnya, waktu dan jarak yang tersedia bagi pengemudi untuk mengenali risiko dan mengambil keputusan juga menjadi lebih terbatas.

Baca Juga: Pahami Fitur Adaptive Cruise Control yang Memudahkan Pengemudi

Memperhatikan Hal-hal yang Sering Terlewat

Dari sisi teknis, penurunan performa wiper sering kali terjadi secara bertahap dan tidak selalu langsung disadari pengemudi. Sapuan yang meninggalkan garis air, suara berdecit, gerakan yang tidak mulus, atau bagian kaca yang tidak lagi dibersihkan secara merata merupakan beberapa tanda bahwa wiper mulai kehilangan kemampuannya dalam menjaga pandangan.

Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, mengatakan bahwa kondisi wiper sebaiknya diperiksa secara berkala, sama seperti komponen kendaraan lainnya.

“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” ujar Griselda.

Menurut Griselda, memastikan wiper bekerja optimal juga tidak hanya soal kondisi karetnya. Kesesuaian produk dengan kendaraan, pemasangan yang tepat, serta keaslian produk turut menentukan kinerja wiper. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan spesifikasi dan memilih produk dari kanal yang terpercaya agar wiper dapat bekerja sebagaimana mestinya saat dibutuhkan.

Sementara itu, sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan konsumen, distributor memiliki peran penting dalam memastikan informasi produk tersampaikan dengan tepat. Yoke Pribadi, President Director PT Berkat Otopart Indonesia, menilai edukasi perlu mencakup kesesuaian produk, keaslian, serta kanal pembelian yang tepercaya agar konsumen dapat mengambil keputusan yang tepat dan turut mendukung keselamatan di jalan.

"Pada akhirnya, menjaga visibilitas bukan hanya persoalan mengganti satu komponen kendaraan. Ini adalah kebiasaan kecil yang menjadi bagian dari kesiapan yang lebih besar sebelum seseorang memasuki jalan," tutupnya.

Baca Artikel Asli