Alasan Utama Mobil Listrik Yang Terbakar Lebih Sulit Untuk Dipadamkan

Alasan Utama Mobil Listrik yang Terbakar Lebih Sulit untuk Dipadamkan Mobil listrik terbakar (istimewa)

KabarOto.com - Para perusahaan otomotif saat ini berlomba-lomba untuk menciptakan mobil listrik. Kendaraan jenis ini diharapkan bisa menggantikan mobil berbahan bakar bensin.

Kendaraan listrik memang digadang-gadang menjadi mobil masa depan. Bahkan, beberapa negara sudah mengonfirmasi bakal melarang mobil berbahan bakar bensin dan diesel untuk melintas pada tahun 2030.

Baca Juga:

Namun, ada satu pertanyaan besar? Bagaimana jika kendaraan listrik terbakar. Apakah memadamkannya sama dengan kendaraan konvensional?

Seperti dinukil dari Carscoops, Senin (23/10/2017), berbeda dengan mobil bensin dan diesel, untuk mematikan api yang menjalar di kendaraan listrik menjadi tantangan tersendiri. Untuk mempermudah proses pemadaman api, pabrikan mobil listrik seperti Tesla memiliki pedoman khusus untuk menghadapi mobil Tesla yang terbakar.

Minggu lalu, sebuah Tesla Model S mengalami kecelakaan dan terbakar di Tyrol, Austria. Dibutuhkan total 35 orang dan 5 kendaraan pemadam kebakaran untuk mematikan api.

"Proses melawan api menjadi sulit, karena mobil api kembali menyala meskipun sudah dicoba untuk dimatikan. Api hanya bisa mati setelah sumber energi dari baterai mobil dipotong. Karena mobil yang terbakar menggunakan baterai lithium, pabrikan merekomendasikan untuk memantau mobil yang sudah padam dalam 48 jam agar tidak terjadi kebakaran kembali," ungkap tim pemadam kebakaran dalam keterangan tertulis.

Satu hal yang penting untuk memadamkan mobil listrik Tesla yang terbakar adalah memotong kabel Fire Responder Disconnect Point. Kabel ini diakses dari bagasi atau pilar belakang untuk mematikan sistem tegangan tinggi dan airbag pada mobil.