Aston Martin DBS Superleggera Volante, Menguji Atap Hingga Arktik  

Aston Martin DBS Superleggera Volante, Menguji Atap hingga Arktik   Foto: Aston Martin

KabarOto.com - Belum lama Aston Martin meluncurkan DBS Superleggera di Jakarta. Kini Aston Martin di Inggris akan mengeluarkan supercar terbarunya yaitu Aston Martin DBS Superleggera Volante. Bedanya ada di atap.

Jadi, DBS Superleggera Volante adalah versi atap terbuka dari DBS Superleggera. Secara desain, memang tidak banyak berbeda dengan DBS Superleggera, mesti diperhatikan lebih seksama.

Bagian depan supercar asal Inggris ini memiliki desain sama dengan saudaranya. Lampu depan khas Aston Martin dan gril besar. Tidak lupa juga emblem “Superleggera” yang terpampang di kap mesin.

Baca juga: Profil - Rolls-Royce Cullinan

Mobil ini akan terlihat berbeda jika dilihat dari samping. Kaca depan dari supercar convertible ini terlihat lebih naik daripada versi coupe-nya. Ini ditujukan memperbaiki aerodinamika, juga lebih melindungi pengendara dari angin.

Desain aerodinamis dari versi convertible DBS Superleggera ini untuk menghasilkan downforce yang cukup besar. Jika versi coupe menghasilkan downforce 180 kg pada VMAX, versi convertible ini menghasilkan angka 177 kg pada VMAX.

Supercar ini sebenarnya adalah mobil dengan konfigurasi tempat duduk 2+2. Namun dalam mode atap terbuka sekalipun, kursi kecil di belakang tidak terlalu terlihat dari luar, berkat desainnya yang bagus.

Pemanis di kaki-kaki, Aston Martin DBS Volante menggunakan pelek 21 inci, dengan ban depan Pirelli P Zero 265/35R21 dan ban belakang Pirelli P Zero 305/30R21.

Baca juga: Test Drive Jaguar F-Pace 3.0 R-Sport, Tawarkan Kepraktisan Tinggi Dan Rasa Berkendara Sport

Lihat bagian belakang, ada mekanisme penyimpanan soft top. Seperti layaknya mobil convertible, atap DBS Volante tersimpan rapi di area belakang. Dilansir dari netcarshow.com, untuk membuka atap membutuhkan 14 detik. Sementara untuk menutup atap dibutuhkan waktu 16 detik.

Proses buka tutup atap dapat dioperasikan dari dalam, atau untuk menambah kenyamanan, dapat dilakukan melalui remote dalam radius 2 meter dari mobil.

Canggihnya, atap ini telah lolos uji di kondisi ekstrem seperti panasnya Death Valley, California di Amerika hingga kondisi ekstrem Lingkaran Arktik. Selama pengembangan, mekanisme atap telah melalui lebih dari 100.000 siklus.

Jantung pacunya masih sama dengan versi coupe, menggunakan konfigurasi V12, 48 katup berkapasitas 5.200 cc dengan turbo ganda. Mesin ini dapat menyalurkan tenaga maksimal sebesar 725 dk pada rpm 6.500, dengan torsi maksimal 900 Nm pada rpm 1.800-5.000. Tenaga sebesar itu didistribusikan ke roda belakang, melalui transmisi otomatis 8 percepatan bikinan ZF.

Baca juga: Profil – Mercedes Benz E350 AMG Line

Pengaturan mode berkendara juga disematkan. Ada 3 mode berkendara yaitu GT, Sport dan Sport Plus. GT adalah mode paling halus, sementara Sport Plus akan mengeluarkan seluruh potensi mesin V12 Aston Martin ini.

Berbicara supercar, sudah pasti melekat dengan kecepatan. Bagi Aston Martin DBS Superleggera Volante, untuk mencapai kecepatan 100 kpj hanya diperlukan waktu 3,6 detik. Kecepatan maksimumnya mencapai 340 kpj, itupun masih dibatasi secara elektronik.

Mobil ini sendiri dihargai sekitar Rp 3,9 Miliar di Eropa. Pasti akan sangat mengasyikkan bila mobil ini masuk ke Indonesia untuk menemani varian coupe-nya. (Nikolaus)