Balancer Shaft Jadi Obat Getar Dan Loyo Mesin 3 Silinder, Ini Penjelasannya

Balancer Shaft jadi Obat Getar dan Loyo Mesin 3 Silinder, Ini Penjelasannya Research Gate, Peugeot

KabarOto.com - Anggapan konfigurasi mesin tiga silinder menghasilkan vibrasi lebih kuat dibanding mesin bersilinder genap dibantah oleh Peugeot.

Sederhananya, getaran muncul karena jumlah silinder tidak imbang dan tidak ada silinder lawan untuk mengimbangi. Dengan mesin 3 silinder segaris kebanyakan pakai sudut putaran sebesar 120° supaya putaran seimbang.

Kendala lain suara mesin terdengar lebih kasar sehingga suara sangat terasa di dalam kabin. Selain itu mesin tiga silinder kerap dianggap terasa kurang berperforma di putaran atas.

Baca juga: Siap-siap, Peugeot 408 Bakal Meluncur Akhir Bulan Ini

Tidak heran, ada asumsi kalau mesin 3 silinder kurang cocok untuk diajak bepergian jarak jauh.

Hal tersebut klaimnya dipatahkan oleh Peugeot, “Getaran mesin serta fenomena yang terjadi di mesin 3 silinder telah tereduksi dengan teknologi kami. Caranya adalah dengan menambah balancer shaft di dalam mesin,” terang Samsudin selaku Aftersales Support PT Astra International Peugeot.

Ia mengatakan, fungsi komponen ini sendiri berputar berlawanan dengan crankshaft dan digerakkan oleh beberapa gir.

Baca juga: Alasan Merek Peugeot Garap Serius Pasar ASEAN

Perampingan yang kuat dan tingkat asiklisme yang tinggi dari 3 silinder, penggerak poros ini sulit disetel karena suara roda gigi yang bunyi berderak.

“Optimalisasi ini dilakukan melalui tiga langkah, yaitu mengurangi acyclism level dari gear pada crankshaft. Lalu fine tuning damper pulley serta Optimization desain roda gigi. Sehingga desain yang inovatif dari damped gear pada balancer shaft mampu mengurangi lebih dari 50% nilai dynamic torque pada roda gigi,” jelas Samsudin.