Balik Mudik Pakai Mobil Bertransmisi Manual Wajib Perhatikan Hal Ini

Balik Mudik Pakai Mobil Bertransmisi Manual Wajib Perhatikan Hal Ini Ilustrasi mobil bertransmisi manual (KO/Edo)

KabarOto.com - Bisa dibilang, saat ini mobil bertransmisi otomatis lebih populer, di banding dengan manual. Hal itu disebabkan karena jalan-jalan di kota besar kerap mengalami kemacetan, sehingga mobil bertransmisi otomatis dinilai lebih nyaman karena tidak perlu menginjak pedal kopling.

Namun, ternyata masih banyak pengemudi yang lebih suka mengendarai mobil manual, khususnya untuk berkendara jarak jauh seperti mudik ke kampung halaman.

Transmisi manual menggunakan 3 pedal

Mengendarai mobil manual memang memiliki sensasi yang berbeda dengan otomatis. Namun, ketika dihadapi situasi jalanan yang diprediksi akan padat saat mudik dan balik Lebaran, tentunya mengendarai mobil manual juga menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga: Test Drive Toyota Kijang Innova 2.4G M/T Diesel, Impresi Saat Menjelajah Jakarta Hingga Jawa Timur

Untuk itu penting memperhatikan kembali mengenai kebiasaan dan hal-hal buruk yang membuat kampas kopling mudah aus saat berkendara. Karena bila sampai kejadian saat perjalanan, selain merugikan tentunya juga akan membuat Anda kesulitan.

"Dari kasus yang sudah-sudah, ketika mudik memang cukup banyak pengguna mobil manual yang mengalami masalah karena kampas kopling bermasalah," jelas Kepala Cabang Auto2000 Cilandak Suparna.

Menurut Suparna, ada beberapa kebiasaan buruk pengendara mobil manual yang menyebabkan kampas kopling mudah mengalami keausan saat perjalanan. "Kondisi ini rata-rata bukan hanya dikarenakan masalah mobil yang tidak fit, tapi juga akibat pola berkendara yang kurang halus," ujarnya seperti dikutip dari laman Auto2000.

Sebaiknya letakkan kaki kiri di foot rest saat mobil sedang melaju

Pertama karena kebanyakan pemilik mobil tidak menekan pedal kopling secara benar saat melakukan perpindahan gigi, atau bahkan cenderung kasar saat melepas dan menekan.

Tanpa disadari, kondisi ini akan membuat sentuhan pelat atau piringan koling terhadap roda gila (flywheel) akan lebih keras. Secara terus-menerus, bisa membuat keausan pada sistem kopling terutama pada bagian torsion damper di bagian pelat kopling.

Faktor kedua kebiasaan menahan setengah kopling saat di tanjakan. Kondisi ini juga diklaim membuat proses keausan pada kampas kopling cepat terjadi. Parahnya, bisa membuat engine mounting atau karet-karet penahan mesin ikut rusak sehingga getaran mesin akan sangat terasa.

Baca juga: Sosok Mobil Raisa, Yang Siap Bikin Demonstran Mual Dengan 'Nyanyiannya'

"Kalau engine mounting sudah kena otomatis getaran mesin akan sangat terasa, efeknya membuat kenyamanan kabin juga akan berkurang karena getaran tersebut," lugas Suparna.

Sementara faktor terakhir yang tak kalah penting adalah kebiasaan meletakan kaki di pedal kopling saat mobil berjalan. "Tanpa disadari hal ini bisa mempercepat keausan pada release bearing dan pelat piringan kopling," tutupnya.