Begini Cara Aplikasikan Jarak Aman Berkendara

Begini Cara Aplikasikan Jarak Aman Berkendara

KabarOto.com - Jarak aman berkendara menjadi salah satu peraturan yang masih diabaikan. Pasalnya, masyarakat Indonesia masih kurang menaati peraturan yang berlaku. Misalnya menerobos lampu merah, two way jadi one way, dan menerobos forbidden menjadi bukti bahwa kedisiplinan pengendara masih lemah.

Terkait jarak aman mengikuti, peraturan ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan diaplikasikan di seluruh dunia. Sayangnya, masih banyak yang belum paham bahwa jarak aman tidak dihitung menggunakan satuan jarak.

"Jarak aman mengikuti tidak pernah dihitung melalui meter statik. Kita tidak bisa menghitung 15 meter, 20 meter, dst itu tidak ada. Jarak aman selalu dihitung dengan detik," papar Jusri Pulubuhu, Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Baca Juga: Musim Hujan Nih, Cermati Bagian Penting Mobilmu Agar Tak Celaka

Jarak aman mengikuti idealnya yaitu 2-3 detik untuk kendaraan kecil, sementara kendaraan besar seperti truk yaitu 4-6 detik. Kurun waktu ini berlaku untuk seluruh kecepatan dan dalam keadaan tetap. Pertimbangan hitungan ini mengacu pada waktu reaksi, persepsi manusia, dan reaksi mekanikal.

Persepsi diartikan dari informasi terlihat mata, kemudian dikirim ke otak, lalu otak memberi perintah pada tindakan yaitu reaksi. Mulai dari persepsi hingga melahirkan reaksi diperlukan waktu kira-kira 1 detik, hal ini berlaku untuk orang sehat atau dalam keadaan bugar.

Jika diilustrasikan ke pengemudi, saat ada peristiwa di depan mata pengemudi harus menghentikan laju kendaraan. Contohnya kendaraan melaju dalam kecepatan 60 kpj, dalam hitungan fisika tandanya sudah sejauh 17 meter. Ketika harus menginjak rem, pengemudi sudah menghabiskan waktu 1 detik.

Baca Juga: Awas Blong! Ini Pentingnya Teliti Periksa Sistem Pengereman

Saat menginjak pedal rem laju mobil dapat dipastikan tidak langsung berhenti, karena ada perlambatan untuk proses rem mengunci.

"Proses remnya mengunci ini namanya momentum, total reaksi dan momentum ini kita tidak tahu waktu pastinya karena sangat variabel. Anggaplah satu detik juga, tandanya kita sudah habis 2 detik. Itulah mengapa kita memerlukan waktu 2-3 detik untuk berhenti," jelas Jusri.

Mengaplikasikan jarak aman mengikuti memang memerlukan latihan, mengingat pengendara di Indonesia tidak menggunakan kecepatan yang sama ditambah jalanan yang cukup padat. Nah, Jusri mengajarkan cara berlatih menggunakan metode ini.

Pertama, saat kita berkendara di jalan raya carilah kendaraan yang searah dan memiliki kecepatan konstan atau tetap. Cara mengetahui kendaraan tersebut memiliki kecepatan tetap yaitu bandingkan dengan kecepatan kendaraan kita. Apabila berubah, tandanya kendaraan tersebut kecepatannya berubah-ubah.

Baca Juga: Jangan Asal! Begini Cara Memegang Setir Yang Benar Dan Aman

Jika sudah mendapati kendaraan dalam kecepatan tetap, cari objek statik seperti tiang atau billboard di kiri atau kanan jalan. Benda ini akan berfungsi sebagai check point. Ketika kendaraan tersebut sudah melewati check point, Sobat KabarOto mulai berhitung 1-2-3 sampai kendaraan kita melewati check point juga.

Nah, kalau kendaraan kita menyentuh check point pada ketukan atau hitungan ke-empat, artinya jarak aman kendaraan kita dengan kendaraan sebelumnya 4 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kita berada dalam jarak aman.