Canggih! Hyundai Kembangkan Teknologi Otonom Yang Aman Untuk Truk

Canggih! Hyundai Kembangkan Teknologi Otonom yang Aman Untuk Truk Membuat perjalanan menjadi aman (Hyundai)

KabarOto.com - Hyundai Motor Company, dikabarkan telah berhasil melakukan uji coba teknologi otonom, pada truk saat berjalan dalam kondisi beriringan atau konvoy (truck platooning).

Kepala Pengembangan Teknologi Kendaraan Komersial Hyundai Group, Jihan Ryu mengatakan, bahwa teknologi ini merupakan yang pertama kali ada di dunia.

Seperti diketahui, para pelaku bisnis kerap mengirim produknya dalam jumlah banyak sekaligus, sehingga membutuhkan truk lebih dari satu unit.

Baca Juga: Mengintip Spesifikasi Mobil Balap Listrik Hyundai Veloster N ETCR

Adanya fitur platooning ini, membuat kegiatan pengiriman barang dapat berjalan dengan aman, tanpa membuat pengemudi menjadi terlalu lelah, bahkan saat menempuh perjalanan panjang sekalipun.

Uji coba platooning dilakukan dengan menggunakan dua buah truk Xcient, yang terhubung dengan trailer di Yeoju Smart Highway. "Yeoju Smart Highway adalah jalur uji coba sepanjang 7.7km, seperti jalan bebas hambatan di tengah kota, yang didirikan oleh pemerintah Korea untuk pengembangan teknologi mengemudi otonom," ujar Jihan.

Ia menambahkan, jalur ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan kondisi jalan raya yang sebenarnya. Hasil dari uji coba ini, berhasil menampilkan teknologi otonom yang aman saat dua truk berjalan beriringan, meskipun rangkaian di antara keduanya dipotong oleh kendaraan lain secara tiba-tiba.

Menjaga jarak kendaraan secara otomatis

Karena adanya teknologi truk platooning, truk di deretan belakang bisa melakukan pengereman darurat, dan dibantu oleh teknologi komunikasi V2V (Vehicle to Vehicle).

"Kami yakin bahwa teknologi penggerak otonom terdepan di industri kami dalam kendaraan komersial yang dipamerkan dalam demonstrasi truk pleton ini akan mengarah pada perubahan paradigma revolusioner dalam industri pengangkutan dan logistik," kata Jihan.

Fitur tersebut dimulai, ketika pengemudi truk mendekati kendaraan yang di ada di depannya dan mengaktifkan mode platooning.

"Setelah pengaktifan mode tersebut, truk diurutan kedua akan mempertahankan jarak sejauh 16.7m. Batas kecepatan pun ditetapkan pada 60 kpj untuk memastikan keamanan," jelas Jihan.

Mengurangi kelelahan pengemudi

Menariknya, pengemudi tidak perlu menginjak pedal gas atau rem, sehingga diklaim dapat mengurangi kelelahan di jalan dan meningkatkan keselamatan.

"Mode ini juga mengaktifkan teknologi lane keep, yang memungkinkan pengemudi mengikuti truk untuk melepaskan tangan dari kemudi," ungkap Jihan.

Baca Juga: Gokil! Mobil Bongsor Hyundai H1 Ini Bisa Diajak Drifting

Jika ada sebuah kendaraan yang memotong, truk berikutnya secara otomatis memperluas jarak hingga minimum 25 m. Lalu, ketika sebuah truk di posisi depan berhenti mendadak karena situasi yang tidak terduga, teknologi platoon akan langsung merespon, sehingga memungkinkan truk di belakangnya akan melambat dan berhenti.

Selain itu, terdapat fitur berbagi video secara real time yang diaktifkan oleh teknologi V2V. "Dengan menampilkan video dari kendaraan di depan, pengemudi berikutnya juga dapat melihat jalan di depan, sehingga mengatasi keterbatasan penglihatan ke depan untuk pengemudi yang tertinggal," pungkas Jihan.