Hyundai : Harga Mobil Listrik Bisa Lebih Murah Jika Diproduksi Lokal

Hyundai : Harga Mobil Listrik Bisa Lebih Murah Jika Diproduksi Lokal Mobil listrik Hyundai (Foto: Sigit/Kabaroto)

KabarOto.com – PT Hyundai Motors Indonesia merupakan salah satu pabrikan mobil yang paling serius untuk perkembangan kendaraan elektrifikasi. Di mana, Hyundai Kona Electric dan Ioniq EV sudah dipasarkan di Tanah Air.

Tidak hanya itu, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd. sudah membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia untuk menjadi yang terdepan di pasar global kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Seperti yang diketahui harga mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia masih terbilang mahal, dan belum bisa bersaing dengan harga mobil bermesin bensin. Hal tersebut disebabkan oleh produksi mobil listrik yang belum dilakukan secara lokal.

Baca juga: HMID Resmi Meluncurkan Aplikasi MyHyundai Indonesia

Untuk itu, Hyundai sudah memersiapkan fasilitas produksi mobil listrik di Indonesia yang berlokasi di Cikarang, jawa Barat, sebagai usaha menekan harga mobil listrik yang dipasarkan di Tanah Air.

“Kami belum bisa pastikan, karena belum tahun komponen apa saja yang dibutuhkan dan bahan bakunya berapa dari sananya. Yang pasti, dengan produksi lokal, harga mobil listrik bisa lebih murah,” ungkap Sales Director PT Hyundai Motor Indonesia, Erwin Dj saat ditemui Kabaroto.

Selain itu, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd tengah dalam tahap pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia untuk menjadi yang terdepan di pasar global kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Baca juga: Hyundai N Rilis 5 Mobil Konsep Yang Berfokus Pada Performa Mobil

Kedua perusahaan ini sepakat untuk menanamkan investasi mencapai USD1,1 miliar untuk pembangunan fasilitas yang akan memproduksi mobil listrik. Pembangunan pabrik akan diselesaikan pada semester pertama tahun 2023, sedangkan produksi sel baterai secara massal di fasilitas baru ini diharapkan dapat dimulai pada semester awal tahun 2024.

“Kalau bicara mobil listrik bukan hanya mobilnya saja, fasilitas charging dan baterainya juga harus dipikirkan. Hyundai dan LG lagi ke arah sana, semuanya sudah dipersiapkan,” pungkas Erwin.