Hyundai Motor Group Dan LG Mulai Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Karawang

Hyundai Motor Group dan LG Mulai Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Karawang Hyundai

KabarOto.com - Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd. hari ini (15/09) memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia untuk menjadi yang terdepan di pasar global kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution menyampaikan bahwa kegiatan peletakan batu pertama ini juga diselenggarakan secara virtual bersama Pemerintah Indonesia dari lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan pabrik, atau Karawang New Industry City.

Turut menghadiri seremonial peletakan batu pertama ini yaitu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Baca juga: Tak Hanya Kendaraan, Hyundai Ingin Hidrogen Diperluas Untuk Kebutuhan Manusia Lainnya

Selain itu, seremoni ini juga dihadiri oleh Hong Woo-pyeong selaku CEO Battery Cell joint venture dan Youngtack Lee selaku Head of Asia-Pacific headquarters Hyundai Motor Company.

Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group mengatakan, “Dimulai dari kehadiran pabrik ini, ekosistem kendaraan listrik akan dapat sukses terbangun di Indonesia seiring dengan pengembangan dari berbagai industri terkait. Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN.”

Pabrik baru untuk manufaktur sel baterai ini akan dibangun di atas sebidang tanah seluas 330 ribu meter persegi. Pembangunan pabrik akan diselesaikan pada semester pertama tahun 2023, sedangkan produksi sel baterai secara massal di fasilitas baru ini diharapkan dapat dimulai pada semester awal tahun 2024.

Baca Juga: 5 Poin Yang Jadi Senjata Hyundai Indonesia Penetrasi Ke Pasar Otomotif Sekarang

Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini ditargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) setiap tahunnya, yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan 150 ribu unit BEV. Selain itu, fasilitas ini juga akan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 30 GWh agar dapat memenuhi pertumbuhan permintaan BEV di masa yang akan datang.

Sel baterai yang diproduksi di Karawang ini akan diaplikasikan pada model kendaraan listrik milik Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform khusus BEV dari Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).