Ini Bahayanya Jika Sepeda Masuk Jalan Tol

Ini Bahayanya Jika Sepeda Masuk Jalan Tol

KabarOto.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mengirimkan surat kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, (PUPR). Anies meminta, agar Menteri Basuki Hadimuljono untuk membuka sisi barat tol Cawang - Tanjung Priok untuk jalur sepeda. Permintaan ini hanya berlaku setiap hari Minggu pukul 06.00 - 09.00 Wib saja. Kebijakan ini diberlakukan hanya untuk pengendara road bike.

Syafrin Liputo, di Balai Kota DKI Jakarta mengatakan, komunitas road bike ini memiliki spesifikasi tersendiri. Karena saat bersepeda secara berkelompok selalu dengan kecepatan tinggi. Namun menurut dia, jika difasilitasi akan berpengaruh pada keselamatan pengguna sepeda lainnya.

Baca Juga: Sanggup Offroad Dengan Torsi 160Nm, Sepeda Jeep Ini Dijual Rp87 Juta

Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) mengatakan, tidak relevan jika sepeda atau kendaraan roda dua masuk ke jalan tol. Walaupun hanya hari Minggu, bahayanya sangat tinggi.

Komunitas sepeda roadbike

"Sepeda atau roda dua masuk jalan tol, dengan alasan apapun bahayanya tinggi," terang Sony kepada KabarOto.com. Dia menyatakan, aturannya sudah jelas. "Sudah ada aturannya, jelas berbahaya jadi tidak boleh," tambahnya.

Adanya pertimbangan keselamatan, pastinya tidak aman, karena Sepeda mudah oleng, faktor angin yang datang dari alam dan efek kendaraan yang lewat. "Apalagi tol tersebut dilalui kendaraan-kendaraan besar," tambahnya.

Baca Juga: Sepeda Listrik Ducati Hadir Dalam 3 Varian, Bisa Terabas Berbagai Trek

Selain itu, menurut Sony, jalan tol yang jaraknya panjang selalu membuat jenuh pengendara mobil. "Jalan tol yang panjang membuat penat pengendara, sehingga lebih mudah lelah dan mengantuk," tambahnya. Jadi menurutnya bahaya bisa kapan saja datang kalau sepeda berada di jalur tol.

Perbedaan kecepatan yang jauh antara sepeda dengan mobil membuat resiko bahaya tinggi, sekalipun ada pembatasnya. "Jalan tol itu untuk track panjang, sementara sepeda untuk track pendek," terangnya lagi.

Perilaku pengendara di Indonesia saat ini menurut Sony belum siap untuk tertib dalam berlalulintas. "Belum siap pengguna kendaraan bermotor di Indonesia, karena tertib berlalulintas masih kurang," paparnya.