Ini Cara Deteksi Kerusakan Dan Rawat Suspensi

Ini Cara Deteksi Kerusakan dan Rawat Suspensi Foto: Kipli

KabarOto.com - Mengenali kerusakan pada supensi memang butuh ketelitian, pasalnya banyak ciri-ciri yang harus diperhatikan selain dari kondisi sokbreker itu sendiri. Herry Liu dari bengkel spesialis kaki-kaki Bandar Per pun berbagi tips.

Pemilik bengkel yang berlokasi di Jl Jendral Sudirman no.58 itu bilang agar mengecek bagian suspensi pada 80 ribu km atau 4 tahun usia mobil.

“Paling gampang tes mobil pada kecepatan tinggi, jika suspensi terasa limbung atau terdengar bunyi aneh seperti decitan pada suspensi, dapat dipastikan parts tersebut tidak bekerja secara optimal lagi,” Paparnya.

Selain itu, ciri lainnya adalah tapak ban yang ‘termakan’ secara tidak rata meski sudah dilakukan wheel alligmnent dan balancing. Adapun ciri kerusakan lainnya seperti oli yang membasahi batang as sokbreaker yang menurutnya dapat direparasi dengan mengganti karet boot seharga Rp 50 hingga 150 ribu diluar jasa.

Baca Juga: Sokbreker Tabung Atas Dan Tabung Bawah, Mana Yang Lebih Baik?

Jika sudah rusak, mau tidak mau suspensi harus ganti karena hampir tidak mungkin untuk mengakali parts yang satu ini, “Banyak yang pilih alternatif ‘disuntik’ agar kembali normal, namun setelah paling lama 6 bulan, suspensi kembali lemah,” terang pria berkacamata ini.

Herry bilang, cara mengemudi adalah faktor utama sektor suspensi mengalami kerusakan lebih cepat dari prediksi masa pakainya sendiri, contohnya ketika pengemudi sengaja melewati jalanan rusak dengan kecepatan tinggi. Jika perilaku tersebut sering dilakukan, bukan tidak mungkin as sokbreker akan bengkok.

Posisi memarkir mobil pun menjadi salah satu faktornya, seperti membiarkan mobil pada bidang miring atau tidak rata dalam jangka waktu lama.

“Kalau divonis harus ganti sokbreker pun harus sepasang, tidak boleh hanya satu buah saja agar bisa bekerja dengan baik dan tidak pincang sebelah,” imbuhnya.