Ketahui Beda A/T Dan CVT Pada Transmisi Otomatis

Ketahui Beda A/T dan CVT pada Transmisi Otomatis Tuas transmisi matik (Foto: Wandha)

KabarOto.com - Kendaraan roda empat maupun roda dua kini sudah semakin maju dengan teknologi mumpuni. Tidak hanya memudahkan, teknologi yang digunakan juga membuat pengendara nyaman. Salah satu contohnya adalah transmisi otomatis.

Kini masyarakat dimanapun berada akan lebih memilih kendaraan yang dibekali transmisi otomatis. Pasalnya kendaraan tersebut akan lebih mudah dikendarai dan tidak cepat membuat lelah, karena tidak perlu mengganti gigi atau menginjak tuas kopling saat akan berganti gigi transmisi seperti pada kendaraan dengan transmisi manual.

Baca Juga: Hati-hati, Kuras Oli Transmisi Matik Bisa Sebabkan Mesin Masuk Angin

Bicara perihal transmisi otomatis, saat ini pada kendaraan transmisi otomatis juga ada yang disebut dengan CVT. Sobat KabarOto tidak perlu bingung, garis besarnya ada dua jenis transmisi yaitu A/T dan CVT. Menurut Hermas selaku pemilik bengkel Worner Matik, disebut automatic jika kita mengendarai mobil tanpa adanya intervensi perpindahan gigi secara manual, seperti menginjak kopling dan sebagainya.

"Kalau dia (mobil) masih pakai pedal kopling dan lain-lain itu namanya non-otomatis, karena itu A/T dan CVT itu sama-sama otomatis. Perbedaannya, tipenya step A/T dan CVT," jelas Hermas.

Biasanya kita lihat di brosur penjualan mobil, tertulis A/T dan CVT. Walaupun sama-sama transmisi otomatis, keduanya memiliki perbedaan cara kerja serta rasa yang dihasilkan pada kendaraan.

Mulai dari A/T, jenis transmisi ini sebenarnya sudah berkembang sejak dulu. Beberapa pabrikan menyebutnya step A/T, salah satunya Nissan. Perusahaan asal Jepang ini membagi penyebutan transmisi A/T dan Step A/T, sehingga konsumen lebih jelas.

Baca Juga: Mau Pasang Transmisi Manual Di Toyota Supra Terbaru? Ini Biayanya

"Alasannya (disebut step A/T) karena perpindahannya bertingkat. Pindah ke satu terus dua terus tiga, itu terasa," ujar Hermas.

Perpindahan ini terjadi karena ada ratio pada masing-masing gigi. Tetapi, saat ini transmisi A/T sudah semakin canggih. Jika dulu hanya ada 3 percepatan atau 4 percepatan, sekarang bisa mencapai 9 percepatan.

"Jadi gigi satu ke dua ke tiga dan seterusnya itu tidak terasa. Soalnya sedikit-sedikit pindahnya, stepnya makin kecil," tambah Hemas.

Secara teknis A/T berbasis gir untuk menciptakan rasio gigi 1, 2, 3, 4, dan seterusnya serta R. Nah, susunan inilah yang disebut planetary gir set. Satu set planetary terdiri atas gigi matahari, gigi cincin, gigi pinion, dan carrier atau disebut juga rumah gir.

Sementara untuk satu unit girboks matik step A/T umumnya menggunakan 2 set planetary gir, baik disusun terpisah maupun menyatu.

Baca Juga: Ini Fungsi D+ Dan D- Pada Mobil Matik

Bertambahnya percepatan membuat perpindahan gigi menjadi lebih cepat, sehingga A/T juga tak kalah halus dengan CVT. Transmisi tipe inilah yang mendominasi di pasar global.

Sementara jenis transmisi yang kedua yaitu CVT. Biasanya jenis transmisi ini diaplikasikan pada kendaraan menengah keatas. Di Indonesia, CVT termasuk teknologi baru karena masuk di sekitar tahun 2000. Padahal teknologi ini sudah ada sejak 1980-an.

Berbeda dengan A/T, perpindahan gigi pada CVT terasa lebih halus. Sehingga ketika pengendara melakukan percepatan maka tidak akan terasa perpindahannya seperti pada transmisi A/T.

Baca Juga: Mencoba Transmisi Semi Otomatis Wuling Confero S ACT

"CVT basisnya pake puli dan sabuk baja sebagai komponen utama penggerak transmisi, nah ini rationya bisa dibilang rapet jadi tidak terasa perpindahannya," tambah Hermas.

"Untuk perawatan tidak jauh beda biayanya, tapi kalau perbaikan matik CVT cenderung lebih mahal," pungkasnya.