Kota Bandung Terapkan AKB, Ojol Dan Ojek Pangkalan Bisa Beroperasi Lagi

Kota Bandung Terapkan AKB, Ojol dan Ojek Pangkalan Bisa Beroperasi Lagi

KabarOto.com - Kota Bandung sudah tak lagi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kini, kota Kembang sudah berada di fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Ternyata perubahan ini membawa angin segar bagi penggiat ekonomi, tak terkecuali ojek online (ojol).

Selama PSBB, ojol khususnya roda dua dilarang membawa penumpang demi meminimalisir penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sudah di fase AKB, ojol sudah mengantongi izin untuk membawa penumpang seperti biasanya. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Tak Diperpanjang, PSBB Proporsional Kota Bandung Beralih Ke Adaptasi Kebiasaan Baru

"Kami akan mulai memperbolehkan ojek online untuk mengangkut penumpang dengan syarat memenuhi protokol kesehatan," ucap Oded M. Danial, Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Umum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Berkaitan dengan perizinannya, Oded telah melakukan koordinasi dengan perusahaan penyedia jasa angkutan motor berbasis aplikasi. Pasalnya, kini ada standarisasi prtokol kesehatan yang harus diterapkan. Tentunya, hal tersebut juga dilakukan oleh ojek non aplikasi.

Baca Juga: Kota Bandung Di Fase AKB, GrabBike Kantongi Izin Beroperasi

Relaksasi yang diberikan kepada ojol maupun ojek non aplikasi diberi apresiasi oleh Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan. Mereka kini sudah bisa mendapat penghasilan lagi dari mengantarkan penumpang, dimana layanan tersebut sebagai sumber penghasilan utama.

"Sangat berdampak sekali buat mereka karena ini penghasilan sehari-hari. Ini akan sangat terasa sekali dari asalnya pendapatan pengiriman barang itu jauh dibandingkan mengambil penumpang secara normal," ujar Tedy.

Baca Juga: Waspada Covid-19 Gelombang Kedua, Sejumlah Ruas Di Kota Bandung Ditutup

Meski begitu, Teddy meminta kepada perusahaan penyedia jasa angkutan berbasis aplikasi untuk segera menerapkan standarisasi protokol kesehatan bagi pengemudi. Selanjutnya yang tak kalah penting, pengemudi harus membersihkan dan mensterilkan kendaraannya.

"Membersihan atau menyeterilkan kendaraan harus ditunjukan serta secara rutin dan jelas, menggunakan diinfektan juga untuk memberikan keyakinan kepada warga dan demi kebaikan perusahaan ojolnya itu sendiri," tambahnya.