Lepas Dari Moratorium, Spyker Merger Dengan Volta Volare

Lepas Dari Moratorium, Spyker Merger Dengan Volta Volare Konsep Mobil Spyker B6 (foto:spykercars.com)

Spyker, salah satu pabrikan supercar asal Belanda, kini bisa bernafas lega setelah lepas dari moratorium akibat masalah finansial dan telah mengkonfirmasi merger dengan Volta Volare, produsen pesawat mewah asal Amerika Serikat untuk membuat mobil listrik, seperti yang diutarakan oleh CEO Spyker, Victor Muller, "Setelah memenangkan pertarungan legal yang panjang hanya dengan satu kreditur, kini kam telah sukses keluar dari moratorium dan kembali berbisnis sebagai perusahaan yang sehat dan bebas hutang. Di minggu-minggu mendatang kami akan menyelesaikan kesepakatan dengan para investor yang telah membantu kami lebih lebih dari dua bulan menjalani proses hukum yang berkepanjangan. Namun sesuai motto kami "nulla tenaci invia est via" (Tak ada jalan yang tak dapat dilalui bagi orang yang gigih) kami berjuang dan kini akan melanjutkan ambisi kami termasuk dengan adanya merger bersama Volta Volare, produsen pesawat elektrik dari Portland, Oregon.”

Kini setelah lepas dari hutang sebesar $49 miliar USD, perusahaan yang sempat memiliki Saab dan juga sempat terlibat dalam Formula 1 ini berambisi akan menjadi rival dari Tesla. Merger Spyker bersama dengan Volta Volare berarti juga membuka berbagai prospek cerah di masa depan dalam teknologi kendaraan seperti pesawat listrik, mobil listrik, teknologi hybrid dan lain-lain seperti yang kembali ditegaskan oleh Muller, "Kesimpulannya, Spyker telah kembali dan kami menatap masa depan cerah untuk perusahaan yang telah saya bangun 15 tahun lalu yang kini akan membuat mobil listrik sensasional, berkelas dan elegan, juga kami akan membuat pesawat listrik di masa mendatang."

Baca juga: