Membedah Audi RS 3 Sportback Dan Audi RS 3 Sedan

Membedah Audi RS 3 Sportback dan Audi RS 3 Sedan

KabarOto.com - Audi sepertinya tak ingin manufaktur yang berbasis di Affalterbach yakni Mercedes-AMG terlalu lama merajai kelas andalkan Mercedes-AMG A45S. Pertengahan Juli ini melansir dua sekaligus Audi RS 3 Sportback dan Audi RS 3 Sedan. Sudah bisa dipesan.

Managing Director Audi Sport GmbH, Sebastian Grams, menyatakan bahwa melalui generasi ketiga Audi RS 3 Sportback dan generasi kedua Audi RS 3 Sedan ingin menawarkan sports cars premium yang bisa digunakan untuk harian dan bisa digunakan di jalan raya atau langsung ke sirkuit.

Baca juga: ABT Sportsline Racik Audi RS6 untuk Hormati 125 Tahun Bisnis Sang Kakek



"Keduanya menunjukkan keunggulan dari dunia RS kami, ini berkat adanya torque splitter, paling andal performanya di segmen compact," ujar Sebastian Grams.

Yup, tidak tanggung-tanggung. Audi sematkan mesin penyandang sembilan tahun “International Engine of the Year”, 2.5 TFSI. Merupakan satu-satunya instalasikan lima silinder di kelasnya, bahkan lebih bertenaga dari sebelumnya.



Dari kapasitas silinder 2.480 cc mampu suguhkan tenaga 394 dk pada 5.600 rpm dan torsinya 500 Nm yang sudah tersedia mulai dari 2.250 - 5.600 rpm. Ada peningkatan 20 Nm berbanding mesin sebelumnya, tentunya membawa RS 3 lebih sigap berakselerasi.

0-100 kpj hanya perlu waktu 3,8 detik, namun dengan batasan keselamatan 250 kpj. Bisa saja tembus 280 kpj dengan paket tertentu dan bisa juga 290 kpj andalkan paket RS Dynamic. Mesin bisa menjerit di 7.000 rpm.



Transmisi tujuh percepatan kopling ganda, melesat rapat setiap perpindahan gigi. Unik perihal pengapiannya berotasi 1-2-4-5-3. Hal ini membuat suara mesin lebih beringas. Oh iya kali pertama di ujung pipa ada sistem katup agar sesuai keinginan pengendara.

Membahas RS Torque Splitter yang diusung RS 3 generasi teranyar ini yang menggantikan gungsi rear axle differential dan paket multiple disc clutch di penggerak belakang. Saat mengeksplorasi performa mampu meminimalisir understeer. Ketika melibas tikungan ke kiri, drive torque akan kerahkan ke ban roda belakang, begitu pula sebaliknya. Ketika lurus, dua roda akan bekerja secara kompak.

Audi RS 3 Sportback



Teknologi tersebut juga memungkinkan melakukan drifting dengan catatan di sirkuit tertutup. Torque splitter akan mengerahkan langsung performa ke roda belakang, hingga 1.750 Nm tiap roda. Dikembangkan khusus untuk RS 3 ini adalah "RS Torque Rear".

Karakter RS 3 ini juga bisa dipilih berbagai mode mulai dari comfort, auto, dynamic, RS Individual, dan efficiency.

Lincahnya mobil ini juga berkat andalkan RS sport suspension yang dikembangkan khusus sokbreker dan sistem katupnya. Membuat lebih sensitif dan sigap ketika melibas berbagai kondisi tikungan.

Chamber roda juga lebih besar memastikan pijakan ke permukaan aspal kian optimal andalkan ban semi slick. Para teknisi di Ingolstadt membisikan rahasia sudur roda di bawa satu derajat negative chamber. Pivot bearing dimodifikasi di lower wishbone dengan bearing lebih kokoh, subframe, dan stabilizer. Namun kemudi gunakan gear yang membuat pergerakan roda bisa lebih tajam saat berbelok dan presisi.



Setelan pegas dan sokbreker dibuat lebih kaku dan bodi dibuat lebih rendah 10 mm dari S3 dan 25 mm dari A3. modular vehicle dynamics controller (mVDC) merupakan fitur baru yang memberikan data lateral dinamis, bisa lebih presisi ketika bermanuver di jalur beragam tikungan.

Audi juga mempersembahkan pilihan sistem deselrasi lebih kuat, gunakan rem keramik berdiameter 380 mm dan tebal 38 mm di bagian depan, lebih ringan 10 kg berbanding rem baja berventilasi, dikawal kaliper enam piston. Sedangkan standarnya di depan 375 mm setebal 36 mm dan untuk belakangnya gunakan cakram diameter 310 mm setebal 22 mm. Sistem pendinginan lebih baik 20%. Nah, kaliper bisa dipilih sesuai selera abu-abu, merah, atau biru.



Menjamin pengendalian kian mantap, RS 3 terbaru ini jarak pijak depan lebih lebar 33 mm dan belakang lebih lebar 10 mm. Penggunaan pelek 19 inci berdesain bilah 10=Y. Ada juga pilihan bilah 5-Y, dipadu ban Pirelli P Zero “Trofeo R”.

Tak melewatkan suasana kabin yang kental aura sporty dan aksen RS. Di depan pengemudi akan dijumpai layar besar 12,3 inci Audi virtual cockpit plus. Menampilkan putaran mesin, grafik batang menunjukkan tenaga dan torsi dalam persen. Penampilannya seperti runaway pesawat. Selain itu menampilkan g-force, catatan waktu dan akselerasi dari 0-100 kpj dan 0-200 kpj, 402 meter, dan 201 meter.



Di dasbor tengah ada layar sentuh 10,1 inci sebagai RS Monitor. MEnampilkan pendinginan, mesin, dan temperatur oli transmisi serta tekanan ban. Head-up display Audi RS 3 memastikan pengendara bisa fokus berbagai informasi kendaraan.

Lingkar kemudi ada 12 o'clock stripe dan tombol RS Mode, berbalut kulit dengan bagian bawah rata. Ada pula paddle shift die-cast zinc.

Baca juga: Audi R8 LMS Generasi Kedua Sudah Dibuat 138 Unit



Duduk nyaman berkat RS sport seat diberi cetakan RS dan benang kontras. Balutannya tersedia pilihan kulit Nappa dengan jahitan sarang tawon dan pilihan warna hitam mengilap, merah atau untuk kali pertama jahitan hijau kontras. Sabuk pengaman juga istimewa dengan warna segar.

Harga awal RS 3 Sportback mulai dari 60.000 euro (Rp 1,02 miliar), sedangkan RS 3 Sedan di kisaran 62.000 euro (Rp 1,06 miliar).

Audi RS 3 Sedan