Menko Perekonomian Sebut Rasio Kepemilikan Mobil Di Indonesia 99 Unit Per 1.000 Orang

Menko Perekonomian Sebut Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 99 Unit per 1.000 orang Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di GIIAS 2022 (Foto: Side.id/Prasso)

KabarOto.com - Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar bagi pabrikan otomotif di dunia. Negara ini juga sudah dilirik oleh industri otomotif besar untuk membangun pabrik. Sampai saat ini, rasio kepemilikan mobil di Indonesia 99 unit untuk per 1.000 orang.

Dari angka tersebut, membuat industri ini berpotensi terus tumbuh. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang perekonomian, Airlangga Hartarto. "Industri ini berpotensi tumbuh sampai 8,8%," jelasnya, saat membuka GIIAS 2022, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (11/8).

Baca Juga: Tol Serbaraja Uji Coba Gratis, Alternatif Menuju GIIAS 2022

Pemerintah saat ini sudah mensupport, melalui kebijakan PPNBM sehingga dua tahun terakhir meski di masa sulit seperti Pandemi Covid-19, industri otomotif masih bisa tumbuh.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perindustrian berkunjung ke booth GIIAS 2022 (Foto: Side.id Prasso)

Namun yang menjadi permasalah saat ini adalah ketika penjualan otomotif naik otomotasi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jadi cukup besar. Bahkan, pemerintah saat ini sudah mensubsidi BBM hingga Rp500 tirliun.

"Ditambah kontribusi untuk PPNBM mencapai 4,63 triliun," tambahnya. Dia berharap, industri ini bisa lebih mengembangkan kendaraan listrik, agar subsidi terhadap BBM tersebut bisa berkurang.

Baca Juga: Intip Persiapan GIIAS 2022, Banyak Kendaraan Baru

Selain subsidi berkurang, target Indonesia menjadi negara yang nol emisi gas buang bisa tercapai.