Meski Pandemik Masih Berlangsung, SPBU BP Masih Pekerjakan Kaum Difabel

Meski Pandemik Masih Berlangsung, SPBU BP Masih Pekerjakan Kaum Difabel BP

KabarOto.com - Keterbatasan fisik bukanlah penghambat seseorang untuk bekerja dan berkarya. Keyakinan itu juga yang klaimnya diyakini BP-AKR, perusahaan patungan antara bp dan PT AKR Corporindo Tbk., untuk senantiasa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan membuka lapangan kerja yang inklusif, termasuk untuk penyandang disabilitas.

Guna mendukung tujuan tersebut, bp berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan kesempatan seluas-luasnya bagi semua orang untuk bergabung dalam ekosistem SPBU bp, termasuk penyandang disabilitas.

Komitmen nyata bp ini salah satunya dirasakan oleh Rivan Iswantoro (29), seorang fuel attendant di SPBU bp Cibubur. Rivan adalah seorang penyandang disabilitas yang telah bergabung dengan bp sejak 2019 dan berhasil menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah kendala untuk berkarya dan bekerja.

“Tidak pernah mudah bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini. di BP, Saya mendapatkan pekerjaan yang baik dan layak, dan berhasil menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk bekerja," kata Rivan.

Rivan mengaku mendapatkan penghasilan yang baik untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Selain itu, Rivan mendapatkan pengalaman baru untuk bekerja dalam sebuah tim dan menunjukkan kemampuannya sebagai seorang pekerja yang andal.

Baca juga: BP Gandeng Komunitas Pengusaha Surabaya, Kepakkan Sayap Bisnis SPBU

Dalam perjalanannya bersama bp, Rivan mendapatkan serangkaian pelatihan berupa materi dan praktik langsung di site SPBU bp. Beberapa pelatihan yang didapatkan Rivan, di antaranya penggunaan mesin Electronic Data Capture (EDC), dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan yang dipandu langsung oleh petugas Pemadam Kebakaran.

“Pengalaman saya bersama bp menunjukkan bahwa seorang disabilitas mampu menjalankan pekerjaan seperti orang pada umumnya,” katanya. Penyandang disabilitas seperti Rivan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan di tengah pandemi. Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 205 pekerja penyandang disabilitas di Indonesia selama pandemi, 68% di antaranya kehilangan pekerjaannya. Dari studi itu juga terungkap setidaknya 39% responden terpaksa harus pulang kembali ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan.

Syahran Sidik Wahab selaku Brand & Communication Manager, BP-AKR mengatakan bp senantiasa berupaya untuk memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan komitmen bp bahwa setiap orang berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik dan cerah.

“Kami di bp memahami bahwa penyandang disabilitas merupakan kelompok yang rentan. Oleh karena itu, bp selalu berkomitmen untuk menghadirkan peluang yang inklusif bagi semua karyawan, termasuk bagi penyandang disabilitas, untuk bekerja dan berkarya dengan menjadi bagian dari ekosistem SPBU bp di Indonesia,” katanya.

Baca juga: Ini Yang Dilakukan BP-AKR Wujudkan Nol Emisi Pada 2050

Komitmen bp untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan juga ditunjukkan oleh komitmennya terhadap masyarakat lokal. Melalui komitmen ini, masyarakat lokal mendapatkan kesempatan khusus untuk bergabung dan memenuhi setidaknya 70% kebutuhan tenaga kerja di ekosistem SPBU bp.

"Kami ingin menghadirkan ekosistem yang inklusif dan terbuka untuk semua warga di area SPBU bp, termasuk bagi penyandang disabilitas. Semua orang berhak atas masa depan yang lebih baik dan cerah,” pungkasnya.