Mini Cooper SE, Mobil Listrik Mini Akhirnya Rilis  

Mini Cooper SE, Mobil Listrik Mini Akhirnya Rilis   Foto: BMW Group

KabarOto.com - Pabrikan mobil asal Inggris, Mini Cooper akhirnya merilis mobil terbarunya. Namun uniknya, sumber tenaganya tak lagi pakai mesin biasa, berganti motor listrik. Mereka menamai mobil listrik terbaru mereka sebagai Mini Cooper SE.

Berbicara mengenai desain, tidak banyak yang berubah dari Mini Cooper SE ini. Wujudnya mirip Mini Cooper S pada umumnya. Namun tetap saja ada yang berbeda. Hal yang utama di bagian depan.

Gril tidak lagi menggunakan model biasa yang memiliki banyak celah udara. Melainkan lebih solid, hampir tertutup semua. Hanya ada sedikit celah udara di bagian depan mobil. Selebihnya bagian depan mobil ini sama dengan Mini Cooper S. Mulai dari head lamp bulat, fog lamp, hingga air scoop di kap mesin dengan bentuk khas Mini Cooper S.

Baca juga: Profil - MINI Countryman Rakitan Lokal

Bagian samping juga tidak jauh berbeda, kecuali bentuk pelek mobil listrik pertama dari Mini Cooper ini, yang bisa dibilang unik. Mini Cooper SE menggunakan pelek palang empat yang cukup tebal, berdiamater 17 inci.

Masuk ke kabin, interior dari Mini Cooper SE ini sangat mirip dengan varian Mini lainnya. Semuanya identik dengan bentuk bulat. Di tengah dasbor ada layar sentuh berukuran 6,5 inci. Layar ini dapat terkoneksi dengan navigasi dan smartphone melalui aplikasi. Saat terkoneksi, semua data dari mobil bisa dilihat di smartphone. Seperti misalnya sisa baterai, jarak tempuh, pos pengisian listrik terdekat dan lainnya.

Ada hal menarik yang disematkan Mini Cooper ke mobil elektrik pertamanya ini, yaitu sistem mode berkendara. Ada tiga mode yang disematkan, yaitu Sport, Mid dan Green. Mode berkendara yang sedang dipilih, akan terlihat dalam ring yang berada di tengah dasbor. Mode Sport akan menampilkan warna merah di ring, sementara Mid menampilkan warna putih dan Green akan menampilkan warna hijau.

Urusan sirkulasi udara, mobil listrik ini sudah menggunakan pendingin udara dual zone. Untuk negara-negara yang memiliki iklim dingin, Mini Cooper SE juga menyediakan penghangat kabin. Fitur ini lebih hemat tenaga karena menggunakan panas dari motor listrik. Fungsinya dapat diatur melalui remote. Sehingga ketika akan menggunakan mobil ini, suhu kabin sudah sesuai dengan keinginan kita.

Secara desain luar dan interior, Mini Cooper SE sangat mirip dengan Mini Cooper S. Tapi akan sangat berbeda ketika kita membahas jantung pacu dari mobil ini. Dilansir dari carbuzz.com, di balik kap mesin ada motor listrik yang lebih kecil dan lebih ringan, dari mesin bahan bakar bensin.

Mesin ini diposisikan lebih rendah, demi mengejar handling ala gokart yang jadi ciri khas Mini. Mesin listrik tersebut menghasilkan tenaga 181 dk dan torsi instan 270 Nm. Membuat Mini Cooper SE sangat menyenangkan untuk dikendarai.

Mini mengklaim, "penggerak listrik membawa konsep Mini dengan rasa gokart ke dimensi yang sama sekali baru dan menarik."

Baca juga: Ini Jadinya Kalau Mini Rover Dijejali Mesin Turbo

Tenaga mesin tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi dengan konfigurasi single-stage dan integrated differential. Dengan pengaturan ini, Mini Cooper SE dapat berakselerasi dari keadaan diam sampai mencapai kecepatan 60 kpj dalam 3,9 detik. 0-100 kpj membutuhkan 7,3 detik, sedangkan kecepatan tertinggi dibatasi hingga angka 150 kpj.

Serunya, ciri khas mobil listrik adalah kekuatan torsi sebesar 270 Nm, yang langsung terasa sejak pedal gas diinjak. Sedangkan apabila data baterai masih penuh, Mini Cooper SE dapat diajak jalan-jalan hingga 235 sampai 270 km, tergantung kondisi jalan.

Seperti layaknya mobil listrik, pengisian daya dilakukan melalui port pengisian listrik. Port pengisian ini terletak di atas roda belakang kanan, dimana tutup bahan bakar biasanya terletak di Mini bertenaga bensin.

Tiap pembelian Mini Cooper SE dilengkapi Mini Electric Wallbox, untuk mengisi listrik di rumah. Mengisi baterai hingga 80% butuh waktu sekitar 2,5 jam dan apabila sampai penuh 100%, butuh waktu hingga 3,5 jam.

Apabila sedang buru-buru, terdapat opsi pengisian cepat dengan daya 50 kW, hingga hanya butuh waktu 35 menit, untuk mengisi baterai hingga 80%. Daya listriknya disimpan pada baterai lithium ion yang terintegrasi dengan lantai mobil, punya 12 modul dan sanggup menyimpan daya hingga 32,6 kWh.

Nah, posisi baterai yang tersebar antara bagian bawah jok depan hingga jok belakang, membuat ruang bagasi ikut membesar. Total kapasitasnya mencapai 211 liter, sedang apabila bangku belakang dilipat, kapasitasnya melonjak hingga 731 liter.

Berbicara soal harga, belum ada informasi pasti. Mini Cooper SE akan diproduksi di pabrik Oxford, Inggris pada akhir 2019 dan baru akan tersedia di Inggris pada Maret 2020. (Nikolaus)

Baca juga: Begini Tampilan MINI Cooper S Ice Blue Limited Edition