Minim Permintaan, Pabrik Pelek BBS Terancam Bangkrut Lagi

Minim Permintaan, Pabrik Pelek BBS Terancam Bangkrut Lagi Foto : Deddy / KabarOto.com

KabarOto.com – Tahun 2020 memang merupakan masa yang sulit, begitu pula bagi pabrikan otomotif. Dimana banyak mengalami kerugian, hingga harus melakukan PHK besar-besaran terhadap pegawai mereka agar bisa menekan pengeluaran.

Baru-baru ini kabar tidak mengenakkan datang dari perusahaan pelek yang sudah sangat terkenal, BBS. Merek pelek ini diujung tanduk alami kebangkrutan akibat minimnya permintaan, serta kegiatan produksi terhenti akibat pandemik virus Corona atau Covid-19.

BBS digunakan juga sebagai pelek F1.

Baca Juga : Ilegal, Jangan Asal Pakai Lampu Terang Untuk Kendaraan

BBS Kraftfahrzeugtechnik AG (BBS Technology AG) memulai usahanya pada tahun 1970 di Schiltach, Jerman, oleh Heinrich Baumgartner dan Klaus Brand sebagai pabrik pembuatan komponen bodi mobil plastik. Inisial BBS didasarkan pada nama belakang kedua pendiri dan kota tempat perusahaan didirikan (Baumgartner, Brand, Schiltach).

BBS memproduksi pelek untuk aplikasi motorsport, OEM, dan aftermarket. BBS telah dan terus memasok aplikasi roda OEM ke sejumlah merek mobil, seperti BMW, Audi, Mercedes-Benz, Porsche, Ferrari, Maserati, Mitsubishi, Rolls-Royce, Jaguar, Infiniti, Renault, Saab, Subaru, Volkswagen, Toyota, Volvo dan Lexus.

Sebenarnya ini bukan kebangkrutan pertama kali, pada 2007 perusahaan ini sempat alami bangkrut namun akhirnya dibeli oleh perusahaan asal Belgia, Punch International. Setelah itu, pada 2015 saham mayoritasnya dibeli oleh Nice Hondings Co asal Korea Selatan.

@bbs_japan_official.

Dilansir dari lama Motor Illustrated, pengajuan kebangkrutan dilakukan pada 16 Juli lalu, nampaknya hanya terjadi di Jerman, dengan berkurangnya permintaan dan penghentian produksi karena terhambatnya pasokan bahan baku pembuatan akibat Covid-19 menjadi alasan utamanya.

Baca Juga : Pirelli Diablo Rosso Sport Ada Pilihan Ban Skutik

Namun pengajuan kebangkrutan tidak berarti BBS akan tidak ada lagi. Pada 2018, BBS melaporkan pendapatan hampir 90 juta euro dengan kerugian lebih dari 11 juta euro. Laporan menunjukkan bahwa NICE Holdings Co. akan mencari pemilik baru untuk BBS yang dapat mengubah perusahaan.

Sebagai informasi tambahan, pada 2018 kemarin, BBS telah mempekerjakan lebih dari 1.200 orang pegawai di seluruh dunia.