Nissan, Renault, Dan Mitsubishi Umumkan Aliansi Baru Setelah Kasus Carlos Ghosn

Nissan, Renault, dan Mitsubishi Umumkan Aliansi Baru Setelah Kasus Carlos Ghosn Youtube: Nissan

KabarOto.com - Baru-baru ini aliansi salah satu produsen mobil terbesar di dunia yaitu Renault, Nissan, dan Mitsubishi melaksanakan konferensi pers. Gelaran ini disiarkan secara live salah satunya di akun youtube Nissan pada (12/03) kemarin.

CEO Renault, Nissan, dan Mitsubishi mengumumkan terkait pembuatan dewan operasi baru. Hal ini menjadi lembaran baru bagi mereka dengan menyebut New Start untuk masalah yang sempat mengguncang beberapa waktu lalu. Yaitu tuduhan pelanggaran keuangan yang ditujukan pada Carlos Ghosn.

Sebelum dipecat karena kasusnya, Carlos Ghosn menjabat sebagai Chairman Nissan, Chief Executive and Chairman Renault dan Chairman Mitsubishi.

Kepala dari Renault Jean-Dominique Senard, CEO Nissan Hiroto Saikawa, CEO Renault Osamu Masuko, dan Thierry Bollore selaku CEO Mitsubishi dalam pernyataan bersama mereka yang pertama mengatakan bahwa dewan Aliansi operasi baru akan mengawasi semua pengoperasian.

Baca juga: Renault Terancam Rogoh Kocek Puluhan Juta Euro untuk Pesangon Carlos Ghosn

aliansi

Nah, untuk kesepakatan yang terbaru ini, dewan baru yang bertugas akan meletakkan dasar dari tahap pengembangan baru Aliansi. Sesuai yang disusun oleh CEO dari tiga perusahaan bersangkutan, dan diawasi oleh Senard.

Menurut mereka, pembentukan dewan operasi baru ini tidak akan mempengaruhi struktur Aliansi yang sudah ada sebelumnya. Karena tujuan dibuatnya dewan baru untuk mempertahankan karakter independen dari ketiga pembuat mobil tersebut.

Hal ini juga telah disepakati oleh Renault untuk membiarkan komite khusus Nissan secara mandiri memilih ketua berikutnya.

Renault, Nissan, dan Mitsubishi juga memiliki keinginan agar dewan baru menggantikan atau meniadakan perusahaan gabungan. Seperti di Belanda ada Renault-Nissan BV, ada pula Nissan-Mitsubishi BV. Usaha gabungan yang saat ini telah ada sedang diselidiki terkait kasus Ghosn.

Baca juga: Terkena Skandal, Aliansi Nissan dan Mitsubishi Copot Jabatan Carlos Ghosn

Nah, kilas balik pada akhir tahun 2018 lalu, Nissan dan Mitsubishi menuduh Ghosn telah menerima uang sekitar $ 8,9 juta dari perusahaan gabungan Nissan-Mitsubishi BV. Diperkirakan uang ini diterimanya sebagai kompensasi yang tidak tepat atau penyelewengan.

Selain itu, Ghosn juga memberikan laporan keuangan palsu pada Bursa Efek Tokyo serta laporan pendapatan palsu. Pria kelahiran Brazil ini mengubah nominal pendapatannya daru 10 miliar yen menjadi 5 miliar yen, pada posisinya sebagai ketua dari produsen mobil terbesar di dunia.

Tiga pembuat mobil ini akan menandatangani perjanjian akhir pada peringatan 20 tahun Aliansi. Dewan barunya berniat bertemu setiap bulan di Paris atau Tokyo dan memperbarui perjanjian secara teratur.