Terkena Skandal, Aliansi Nissan Dan Mitsubishi Copot Jabatan Carlos Ghosn

Terkena Skandal, Aliansi Nissan dan Mitsubishi Copot Jabatan Carlos Ghosn Carlos Ghosn (ist)

KabarOto.com - Kabar yang cukup mengejutkan datang dari aliansi Nissan dan Mitsubishi. Pasalnya, aliansi yang juga produsen mobil terbesar kedua di dunia tersebut, dikabarkan telah memecat Carlos Ghosn dari jabatannya sebagai Chairman Nissan, Chief Executive and Chairman Renault dan Chairman Mitsubishi.

Ghosn dipecat karena tuduhan membuat laporan tahunan palsu, kepada Bursa Efek Tokyo, yang ternyata kurang dari jumlah yang seharusnya. Selain itu, pria berusia 64 tahun tersebut juga membuat laporan palsu terkait pendapatannya sebagai pemimpin perusahaan.

Caption

Menurut Kyodo News Service, Nissan membayar Ghosn hampir 10 miliar yen atau sekitar Rp 1,2 triliun selama 5 tahun hingga Maret 2015, termasuk gaji dan pendapatan lain dari perusahaan. Tetapi dilaporkan seolah-olah ia hanya mendapat 5 miliar yen, setara Rp 647 miliar, atau setengah dari apa yang dia terima.

Baca Juga: Profil Jaguar F-Type

Selain Ghosn, aliansi juga memecat eksekutif senior lainnya, yakni Greg Kelly. "Banyak tindakan pelanggaran signifikan lainnya telah ditemukan, seperti penggunaan pribadi aset perusahaan, dan keterlibatan Kelly yang mendalam juga telah dikonfirmasi." kata CEO Nissan, Hiroto Saikawa.

Mitsubishi pun segera mengambil tindakan, setelah Ghosn ditangkap oleh kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo.

"Menanggapi penangkapan Ghosn, karena duggan pelanggaran berkaitan dengan tata kelola perusahaan, kami ajukan ke Dewan Direktur agar segera mecopot Ghosn dari posisinya sebagai ketua MMC. Kami akan segera melakukan penyelidikan, dan kami meminta maaf," tulis Mitsubishi.

Carlos Ghosn

Akibat skandal tersebut, saham ketiga perusahaan tersebut anjlok. Saham Renault misalnya, dimana Ghosn adalah ketua dan CEO, jatuh sebanyak 13% di Paris.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, pemerintahannya yang memiliki 15% Renault, sedang mengawasi masalah ini. "Negara, sebagai pemegang saham (Renault), akan sangat waspada mengenai stabilitas aliansi dan kelompok," kata Macron.

Lahir di Brasil, Ghosn memulai karirnya di perusahaan pembuat ban Prancis, Michelin pada tahun 1978, dan berhasil menjalankan operasional perusahaan di Amerika Utara. Pada 1996 ia pindah ke Renault. Setelah produsen mobil asal Prancis tersebut menjalin aliansi dengan Nissan pada tahun 1999, ia menjadi chief operating officer.

Baca Juga: Begini Jadinya Jika Mobil Seharga Rp2,9 Milyar Disulap Jadi Mobil Reli

Di Nissan, karirnya terbilang cemerlang, salah satunya dapat membantu Nissan keluar dari krisis keuangan. Atas prestasinya tersebut membuatnya mendapat julukan "Le cost killer."

Selanjutnya Ghosn dipromosikan menjadi CEO Nissan pada tahun 2001, dan kemudian juga mengambil peran sebagai CEO Renault pada tahun 2005. Itu membuatnya menjadi eksekutif pertama yang menjalankan dua perusahaan pada saat yang bersamaan. Setelah Nissan mengambil alih 34% saham Mitsubishi Motors pada 2016, Ghosn menyerahkan peran CEO Nissan kepada Saikawa.

Berita Terkait

Berita Terkait