Perjalanan Dan Prestasi Michael Schumacher: Mendominasi Bersama Ferrari

Perjalanan dan Prestasi Michael Schumacher: Mendominasi Bersama Ferrari

KabarOto.com - Melanjutkan kisah Michael Schumacher yang kerap dipanggil Schumi, ia kehilangan kesempatan untuk memenangkan juara di Grand Prix Inggris pada 1999. Karena kecelakaan saat rem belakang mobilnya gagal berfungsi, yang membuatnya keluar jalur dan mengakibatkan patah kaki.

Sepanjang musim balap F1 1996 hingga 1999, menjadi tahun Schumi harus berjuang dan merelakan gelar juara dunia diraih Mika Hakkinen salah satunya. Yang pada saat itu menjadi rival utama Schumi sekaligus rival bagi timnya, yakni McLaren.

Memasuki tahun 2000, Schumacher memenangkan lebih banyak balapan dan kejuaraan daripada pembalap lain dalam sejarah, setelah pertempuran selama setahun dengan Häkkinen. Schumacher memenangkan tiga balapan pertama musim ini dan lima dari delapan balapan pertama.

Sampai GP Jepang, Schumi mulai dari posisi terdepan, Schumacher kehilangan keunggulan saat melawan Häkkinen diawal. Namun, setelah pit-stop keduanya, Schumacher berhasil menyusul, dan unggul lebih dulu dari Häkkinen dan kemudian memenangkan juara dunia tahun 2000.

Baca Juga : HAAS Optimis Hadapi Musim Balap F1 2019

Pada 2001, Schumacher meraih gelar juara dunia keempatnya. Ia mencetak sembilan kemenangan, dan uniknya ia merebut juara dunia dengan empat balapan belum berjalan. Schumi menyelesaikan kejuaraan dengan total 123 poin, dan ditutup GP Belgia dimana mencetak kemenangan ke-52 dalam karirnya, sekaligus memecahkan rekor Alain Prost untuk kemenangan karier terbanyak.

Dan pada era tersebut, menjadikan Ferrari sebagai tim terkuat dan tangguh F1. Memenangkan banyak balapan, dan mendominasi setiap balapan.

Lanjut ke 2002, Schumacher menggunakan mobil baru Ferrari F2002, perlu diketahui Ferrari F2002 adalah salah satu desain mobil F1 paling sukses sepanjang masa. Dirancang oleh Ross Brawn, Rory Byrne dan Paolo Martinelli, mobil tersebut telah berhasil memenangkan lima belas Grands Prix, dari total sembilan belas balapan pada tahun 2002 dan 2003.

F1 sudah terasa lebih ringan bagi Schumi dimana ia juga memastikan diri sebagai juara dunia di musim tersebut saat F1 juga baru menempuh 11 balapan.

Baca Juga : Mobil Baru Toro Rosso F1 Tidak Alami Banyak Ubahan

Sempat ada kontroversi yang terjadi pada saat GP Austria, Rubens Barrichello yang menjadi rekan satu tim Schumi yang sedang memimpin lomba. Mendapat perintah untuk memperlambat lajunya, dan memberi kesempatan Schumi untuk menjuarai lomba tersebut.

Perintah 'team order' tersebut membuat balapan F1 sedikit tercoreng, sportivitas pembalap pun dipertanyakan. Menjadi juara namun harus membuat rekannya mengalah demi memenangkannya.

Schumacher pun sudah memastikan gelar juara dunia dengan enam balapan tersisa di musim tersebut, yang dirasa masih terlalu awal dalam sebuah ajang balap untuk memutuskan seorang pembalap untuk dinobatkan sebagai Juara Dunia.

Musim 2003 menjadi sejarah tak terlupakan, karena ia mampu menjadi satu-satunya pembalap F1 yang dapat merebut sebanyak 6 kali gelar juara. Hasil tersebut membuat Schumacher memecahkan rekor Juan Manuel Fangio yang hanya meraih lima juara dunia.

Di babak final, GP Jepang, Schumacher hanya membutuhkan satu poin sementara Kimi Räikkönen perlu menang. Dengan menyelesaikan lomba di tempat kedelapan, Schumacher mengambil satu poin dan memastikan gelar Keenam Pembalap Dunia, mengakhiri musim dengan unggul dua poin saja dari Räikkönen.

Peningkatan performa Schumi pun terus meningkat di musim 2004. Schumacher memenangkan rekor dengan dua belas dari tiga belas balapan pertama musim ini. ia hanya hanya gagal menyelesaikan balapan di Monaco setelah kecelakaan dengan Juan Pablo Montoya.

Tapi pada akhirnya ia mampu meraih juara di GP Belgia. Schumi menyelesaikan musim itu dengan rekor 148 poin, dimana ia unggul 34 poin dari posisi runner-up. Sehingga total 7 kali sudah juara F1 ia raih gelar tersebut.

Namun sayangnya, nasib naas harus menimpa sang legenda, pada akhir tahun 2013, tepatnya 29 Desember. Saat ia bermain ski dengan anaknya Mick, di pegunungan Alpen, Swiss. Ia tergelincir hingga kepala bagian belakangnya membentur bebatuan, mengakibatkan ia terkena cedera kepala meskipun mengenakan helm ski. Schumi didiagnosa mengalami cedera otak dan berada dalam kondisi koma.

Pada 9 September 2014, Schumi sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan mulai menjalani perawatan dirumahnya. Berselang dua bulan kemudian, Schumi dilaporkan lumpuh dan harus memakai kursi roda. Ia juga tidak bisa berbicara dan mengalami gangguan ingatan. September 2016, Felix Damm, pengacara keluarga Schumi menyatakan kepada pengadilan Jerman, bahwa kliennya tidak bisa berjalan, sebagai respon atas berita yang dibuat media Jerman yaitu Die Bunte yang menyatakan bahwa Schumi sudah bisa berjalan lagi walaupun tidak begitu lancar.

Baca Juga : Klasemen Konstruktor Formula 1, Ferrari Persiapkan Mesin Dengan Setting Terbaru

Di social media instagram, akhirnya pihak keluarga menyatakan pernyataan tentang Schumi "Anda bisa yakin bahwa dia (Schumacher) berada di tangan terbaik dan kami melakukan segala hal manusiawi untuk membantunya."

Kita doakan saja semoga sang legenda F1 bisa kembali sehat seperti semula.