Prediksi Puncak Arus Mudik Dan Balik Libur Nataru Di Penyeberangan Merak-Bakauheni

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Libur Nataru di Penyeberangan Merak-Bakauheni Ilustrasi pelabuhan penyeberangan Bakauheni (asdp.id)

KabarOto.com - Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Firman Shantyabudi serta beberapa instansi terkait menggelar rapat rencana operasi menyambut libur Natal dan Tahun Baru pada Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni. Rapat Digelar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten.

Dalam rapat tersebut Dirjen Hendro memaparkan prediksi puncak mudik/balik terdiri dari 2 sesi yaitu posisi puncak arus mudik dan arus balik. Puncak arus mudik pertama diprediksi bakal terjadi pada tanggal 23 atau 24 Desember 2022 dan untuk puncak arus balik pertama pada tanggal 25/26 Desember 2022.

"Sedangkan puncak arus mudik kedua tanggal 30 atau 31 Desember 2022 dan puncak arus balik kedua diperkirakan terjadi tanggal 1 atau 2 Januari 2023," ujar Hendro Sugiatno.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Libur Nataru

Secara umum, Ditjen Hubdat melakukan pantauan tak hanya di Merak-Bakauheni, tetapi juga pada Bidang Angkutan Penyeberangan di 10 lintasan lainnya.

10 lintasan itu yakni Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Ajibata-Ambarita, Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian, Sibolga-Nias, Bajoe-Kolaka, Bitung-Ternate, Kupang-Rote dan Hanimua-Waipirit.

Kondisi angkutan penyeberangan pada 11 lintasan yang dipantau tersebut pada periode Nataru 2019 dibandingkan dengan periode Nataru 2021 terdapat penurunan penumpang dan total kendaraan. Namun hal berbeda terjadi pada kendaraan truk, yang mengalami kenaikan.

Penyeberangan Merak-Bakauheni (asdp.id)

Pada pergerakan penumpang periode Nataru 2019 terdapat 3.461.092 orang, sementara periode Nataru 2021 terdapat 1.873.379 orang. Dengan demikian, secara keseluruhan pada 11 lintasan tersebut terjadi penurunan penumpang sebesar 46%.

Sedangkan total kendaraan pada Nataru 2019 terdapat 775.644 unit, sementara pada Nataru 2021 sebanyak 515.582 unit, dengan demikian terjadi penurunan sebesar 34%.

"Untuk kendaraan truk, justru terjadi kenaikan 9% di mana pada tahun 2019 terdapat 152. 566 unit dan pada tahun 2021 sebanyak 165.639 unit,” kata Dirjen Hendro.

Baca Juga: Dirlantas Se-Indonesia Ditugaskan Lakukan Pengamanan Dan Pelayanan Saat Libur Nataru

Walaupun secara total kendaraan mengalami penurunan, faktanya untuk pergerakan dan perpindahan logistik pada masa Nataru 2021/2022 tetap terdistribusi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan pada kendaraan truk di 5 lintas pantauan.

"Yaitu Merak-Bakauheni, Kayangan-Pototano, Tj. Api-Tj. Kelian, Bitung-Ternate dan Ajibata-Ambarita," tutup Hendro.