Sedih, Suzuki Swift Hanya Dapat Bintang 2 NCAP  

Sedih, Suzuki Swift Hanya Dapat Bintang 2 NCAP   Foto: Youtube Global NCAP

KabarOto.com - Beberapa waktu lalu, hasil tes uji tabrak Maruti Suzuki Swift telah beredar. Dari akun Youtube Global NCAP dapat dilihat, hasilnya cukup menyedihkan. Dimana Swift hanya mendapat 2 bintang dalam uji tabrak tersebut. Mobil yang dites ini merupakan unit untuk Swift pasar India.

Pengetesan yang diterima Swift ini adalah uji tabrak bagian depan kanan, yang dites dengan kecepatan 64 kpj. GNCAP mendapatkan hasil, bahwa Swift gagal dalam perlindungan untuk penumpang dewasa maupun anak di bagian belakang.

Baca Juga: Hasil Uji Tabrak Suzuki Jimny Terbaru Tak Sesuai Ekspektasi

Dari hasil laporan uji tabrak, GNCAP mendapatkan hasil bahwa body shell mobil ini tidak stabi, dan tidak mampu untuk menahan benturan yang terjadi saat tabrakan. Namun di sisi lain, Swift memiliki nilai yang cukup untuk sektor keamanan kepala dan leher pengemudi.

Fitur keamanan mobil ini sebenarnya sudah cukup baik dengan dual airbag untuk bagian pengemudi dan penumpang depan. Sementara untuk kursi anak, sudah tersedia kursi ISOFIX di belakang.

Hal yang membuat penilaian dari Swift jelek disebabkan, Maruti Suzuki Swift belum mengusung fitur Anti-lock Brake System (ABS).

"Versi terbaru dari Swift yang dijual di India telah mengalami peningkatan dengan baik soal keselamatan, dapat dilihat dari dual airbag sebagai standar. Hal itu merupakan efek positif dari ketegasan pemerintah India mengenai peraturan uji tabrakan baru. Namun kinerja Swift yang dijual di Eropa dan Jepang jauh lebih baik dari itu, sehingga GNCAP menargetkan Maruti Swift dengan target tinggi," ujar Sekretaris Jenderal GNCAP, David Ward.

Untuk perlindungan bagian belakang, kursi untuk anak (car seat) yang dipasang menghadap ke depan, tercatat baik untuk perlindungan pada bagian dada. Namun perlindungan pada bagian kepala dan leher dirasa belum cukup baik, hingga menghasilkan cedera yang cukup parah.

Versi India dari Swift memang sangat basic dalam pembuatannya, mulai dari fitur Electronic Stability Control (ESC) turut absen dalam melindungi mobil ini. Padahal fitur keselamatan tersebut sudah menjadi standar bagi Swift versi Eropa dan Jepang.

Pemangkasan fitur keselamatan sejatinya berguna untuk menguntungkan pabrikan karena ongkos produksi jadi lebih murah. Namun, dampak yang ditimbulkan cukup besar bagi pengemudi nantinya, jika suatu saat terjadi kecelakaan. (Deddy Darmanto)

Baca Juga: Ekspor Suzuki APV Tembus 223.341 Unit Ke 89 Negara