Selain Luncurkan Produk Baru, Prestone Adakan Workshop Edukasi Pengereman Di GIIAS 2019

Selain Luncurkan Produk Baru, Prestone Adakan Workshop Edukasi Pengereman di GIIAS 2019 Foto: Kipli

KabarOto.com - Tak sekadar memperkenalkan produk terbarunya, PT Autochem Industry juga membagi ilmu tentang cairan rem di gelaran pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada 18 – 28 Juli 2019.

Sebagai agen tunggal cairan rem Prestone untuk pasar Indonesia sejak tahun 1984, PT Autochem Industry menggandeng Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed sebagai Chief Mechanic Autochem Racing untuk berbagi ilmu mengenai fakta-fakta terkini soal cairan rem di hadapan wartawan.

“Para pemilik kendaraan bermotor terkadang tak mengerti apa itu cairan rem. Mereka bahkan kerap menyebutnya sebagai minyak rem,” ujar Robby Hartono, Direktur PT Autochem Industry. “Padahal yang disebut cairan rem ini bukanlah minyak karena sifatnya higroskopis atau menyerap air,” tambahnya.

Baca Juga: Bawa Pelumas Master Di GIIAS 2019, Autochem Industry Siap Bersaing Di Pasar Indonesia

Hal inilah yang menjadikan PT Autochem Industry berinisiatif untuk mengadakan diskusi bersama media berkaitan dengan segala hal tentang brake fluid atau cairan rem. Dalam kesempatan tersebut Taqwa membagi informasi bahwa kondisi iklim di Indonesia dengan tingkat kelembaban 60% - 80% sangat berpengaruh terhadap kondisi cairan rem dan pada akhirnya pada kemampuan pengereman.

“Dengan kandungan air sebanyak 3%, titik didih cairan rem akan turun hingga lebih dari 100 derajat celcius. Jika titik didih cairan rem tersebut terlewati, maka rem akan rentan untuk blong,” ujar Taqwa.

Pada cairan rem Prestone DOT 4 memiliki titik didih 265 derajat celcius, dimana menurut Robby standar cairan rem DOT 4 kebanyakan hanya 230 derajat celcius. Dengan kandungan air 3%, titik didih cairan rem ini diklaim pihaknya tetap memiliki suhu lebih tinggi hingga 155 derajat celcius.

“Karena hal itulah cairan rem perlu diganti secara berkala setiap satu tahun atau 20.000 km untuk mobil atau 10.000 km untuk sepeda motor. Cairan rem di mobil dapat bertahan lebih lama karena posisi tabung reservoir cairan rem ada di dalam ruang mesin sehingga lebih tertutup, dibandingkan sepeda motor yang tabung reservoirnya berada di tempat lebih terbuka,” tutup Taqwa.