SPKLU Makin Banyak, Bikin DFSK Makin Pede Jual Gelora E

SPKLU Makin Banyak, Bikin DFSK Makin Pede Jual Gelora E DFSK

KabarOto.com - Pemerintah senantiasa terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air dengan terus menambah infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah.

Kehadiran SPKLU ini diakui DFSK turut mempengaruhi konsumen Gelora E sebagai kendaraan komersial ringan listrik pertama semakin mudah mendapatkan akses pengisian daya.

Terlebih, pengisian daya di SPKLU didukung oleh arus listrik DC yang notabennya sangat mendukung teknologi fast charging seperti yang dimiliki oleh DFSK Gelora E.

“DFSK Gelora E memiliki teknologi fast charging yang membuat pengisian daya baterai kendaraan menjadi lebih singkat dan efisien, sehingga konsumen bisa mendapatkan untung yang lebih baik,” ungkap PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.

Baca juga: 90 Persen Pakai Robot, DFSK Tetap Asah SDM Pabriknya Di Banten

DFSK Gelora E menggunakan baterai berukuran 42 kWh dengan kemampuan jarak tempuh hingga 300 kilometer berdasarkan NEDC (New European Driving Cycle).

Pengisian daya baterai diklaim hanya membutuhkan 80 menit saja dari 20% hingga 80% dengan menggunakan fast charging. Selain itu, DFSK bisa digunakan dengan listrik rumah tangga yang disarankan memliki daya minimal 220V 16A.

Baik model minibus dan blind ban diklaim hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 200 per kilometer, dan angka yang ditawarkan ini lebih rendah 1/3 dibandingkan dengan kendaraan komersial konvensional.

Baca juga: Ini Yang Dilakukan DFSK Untuk Kenyamanan Konsumennya Saat PPKM Level 3

Menurut data yang dimiliki oleh PLN, saat ini sudah ada 104 SPKLU yang sudah beroperasi dan siap melayani para pengguna kendaraan listrik di 38 kota.

Bahkan hingga akhir tahun 2022, perusahaan milik negara tersebut diketahui akan menambah 40 unit SPKLU di sejumlah kota sehingga akan mempermudah para pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya baterai.

“DFSK Gelora E sekarang ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp490 juta (on the road DKI Jakarta) dan menjadi kendaraan listrik paling terjangkau yang ada di pasaran otomotif nasional,” pungkasnya.