Unik! Ini Alasan Bus Avante H8 Punya Kepala Mirip Ikan Louhan

Unik! Ini Alasan Bus Avante H8 Punya Kepala Mirip Ikan Louhan Bus Mercedes-Benz OH 1626 Avante H8 (KO/Edo)

KabarOto.com - Turut serta dalam pameran otomotif khusus kendaraan komersial, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) menampilkan beragam produk unggulannya.

Selain truk, DCVI juga menampilkan sebuah bus yang sosoknya terlihat cukup unik, karena memiliki bagian depan atau kepala yang terlihat lebih menonjol (jenong) berbanding bus sejenis. Kalau dilihat, mirip dengan kepala ikan louhan.

Baca Juga: Isuzu Masih Terus Produksi Panther Untuk Permintaan Konsumen

Bagian depan kaca bus tersebut terbagi dalam dua bagian. Namun tak seperti bus lain, kaca depan bagian bawah bus tersebut malah lebih condong ke depan, sedangkan bagian atasnya melandai.

Punya bentuk kepala unik

Rupanya, bus tersebut merupakan hasil kerja sama dengan karoseri bus lokal Tentrem, yang bermarkas di Malang, Jawa Timur. Basis pembuatan bus itu sendiri, menggunakan sasis dari OH 1626.

"Di GIICOMVEC ini kita tampilkan bus tersebut sebagai kreasi terbaru kami bersama Mercedes-Benz, yang dinamai Avante H8," ujar Dimas Raditya, Marketing Staff dari Karoseri PT Tentrem Sejahtera.

Bagian belakang terlihat mewah

Ternyata, bentuk unik bus tersebut memiliki kepala yang agak jenong bukan tanpa alasan. Dimas menyebut model yang unik seperti ini memiliki dua tujuan. "Pertama untuk aerodinamika, dengan kaca atas yang lebih landai, buangan angin menjadi lebih cepat," ujarnya.

Sedangkan yang kedua, pria ramah itu menyebut desain kaca seperti itu bertujuan untuk memperluas pandangan ke depan. "Pandangan penumpang depan jadi lebih luas dibandingkan model lain," kata Dimas.

Baca Juga: Selama GIICOMVEC 2020, Adiputro Targetkan Penjualan 300 Unit Bus

Jadi, pandangan untuk penumpang di depan, tidak terhalang garis pembatas kaca berbentuk horizontal. Dimas menambahkan, bus ini bisa digunakan sebagai bus pariwisata maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Bagian interior

"Namun bergantung kebutuhan konsumen juga. Untuk bus yang kita tampilkan di sini telah dipesan oleh perusahaan bus pariwisata dari Malang," jelas Dimas.

Lalu, berapa biaya pembuatan satu unit bus ini? "Biayanya sekitar Rp 700-800 jutaan. Itu di luar sasis, AC dan bangku," pungkasnya.