Untung Besar Jadi Alasan Truk ODOL Masih Berseliweran Di Jalan

Untung Besar Jadi Alasan Truk ODOL Masih Berseliweran di Jalan Penertiban Truk ODOL di jalan tol

KabarOto.com - Banyak cara dilakukan pelaku usaha logistik untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Salah satunya menambah dimensi daya tampung dengan tujuan barang yang diangkut semakin banyak. Itu yang menjadi alasan kenapa banyak truk berlebihan muatan yang ada di jalan khususnya tol.

Muhamad Risal Wasal, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan mengatakan, banyak alasan yang sering digunakan oleh operator nakal, salah satunya adalah keuntungan yang besar.

Baca Juga: Sebagai Bentuk Komitmen Larangan, Kemenhub Potong Truk ODOL

“Ini yang menyebabkan banyak truk Over Dimension Over Load (ODOL) terjadi, salah satunya adalah pelaku lebih mementingkan keuntungan daripada keselamatan dan lingkungan,” ujar Risal Wasal, di Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3).

Pemeriksaan truk berlebihan muatan (Foto: Istimewa)

Namun dia memaparkan, masih ada beberapa hal lagi yang menurutnya sering dijadikan alasan untuk mengakali beban truk. “Mengenai penegakkan hukum yang masih lemah terkait ODOL membuat masalah ini masih terjadi. Ini karena hukuman yang diberikan belum memberikan efek jera, sehingga pelaku terus melakukan ODOL,” jelasnya.

Meski demikian, praktek ini tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun. Banyak dampak negatif yang akan dihasilkan dengan pengoperasian truk ODOL. Antara lain jalan atau infrastruktur yang cepat rusak dan kendaraan yang juga tidak maksimal dalam pengoperasiannya.

Meski aturan tentang ODOL ini baru akan diterapkan pada tahun 2023 mendatang, namun sebagai langkah awal, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah mulai melarang truk ODOL yang melintas di ruas Tol dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuju Bandung, Jawa Barat pada awal pekan ini (9/3).

Bila kedapatan melanggar, truk-truk tersebut akan ditindak dengan sanksi tilang. "Pembatasan tersebut demi keselamatan berkendara sehingga bisa mengurangi dampak yang timbul diakibatkan kendaraan kelebihan muatan," ujar Risal.

Baca Juga: Wah! Pemerintah Keluarkan Rp 43 Triliun Per Tahun Untuk Jalan Rusak Akibat Truk ODOL

Lebih lanjut Risal mengatakan, proses pelaksanaan akan dilakukan mulai dari Tanjung Priok. Setelah itu, ada petugas yang akan mengarahkan agar truk yang tidak sesuai aturan dimensi dan kapasitas tak lagi masuk jalan tol, terutama yang mengarah ke Cikampek menuju Cipularang hingga Bandung.