KabarOto.com - Insentif kendaraan listrik yang tak konsisten mendapat sorotan dari ketua umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko. Menurutnya motor listrik punya manfaat yang sangat baik.
Ia mengatakan beberapa manfaat terkait penggunaan kendaraan listrik seperti efisiensi, ramah lingkungan juga pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang terus membesar.
"Bayangkan pemerintah harus menggelontorkan sekian triliun untuk subsidi dan bisa dikurangi karena kesadaran masyarakat pindah ke mobil listrik," katanya disela konferensi per Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) beberapa waktu lalu.
Baca Juga : iCar V23 Resmi Dipasarkan Rp389,9 Juta, Karakter SUV Listrik Bergaya Lifestyle
Tapi sayangnya kebijakan pemerintah dirasa naik turun, tidak konsisten. "Kalau lagi ingat seperti sekarang ini diberlakukan lagi. Setahun lalu, lupa," ungkapnya lebih lanjut.
Dengan tidak adanya insentif dampaknya akan cukup terasa pada penjualan. Konsumen akan menunggu kepastian insentif dan menahan pembelian kendaraan listrik, naik mobil atau motor.
Moeldoko juga menyoroti kebijakan pemerintah yang sering memberikan keputusan mendadak, yang justru membuat persiapan akan lebih sulit bagi pelaku industri otomotif yang memiliki produk kendaraan listrik.
"Tapi Alhamdullilah, pemerintah saat ini telah memberikan subsidi kepada pengguna sepeda motor, konversi dan mobil. Kita beri tepuk tangan kepada pemerintah," pungkasnya.
Baca Juga : Apa Saja yang Diperhatikan Ketika Bawa Barang di Atap Mobil?
Tren penggunaan kendaraan listrik saat ini memang semakin meningkat di Indonesia. Banyak merek asal Tiongkok yang hadir dan menawarkan beragam produk menarik.
Belum lagi kebijakan pemerintah yang meminta mereka untuk memproduksi secara lokal, yang juga ikut menyerap tenaga kerja dan industri komponen lokal ikut mendapatkan durian runtuh dari kebijakan ini.
Hal yang sama untuk motor listrik, banyak merek baru terutama dari pemain lokal seperti Polytron, Alva, Maka yang semakin sering terlihat wara wiri di jalanan Indonesia.