KabarOto.com - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak pada industri otomotif global, termasuk bagi Toyota Indonesia.
Jalur logistik menuju Kawasan Timur Tengah dilaporkan terganggu, meskipun produksi kendaraan di dalam negeri masih berjalan normal.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan komitmen pengiriman kendaraan kepada para importir di wilayah tersebut. Namun, proses pengapalan harus menyesuaikan dengan situasi keamanan dan kodisi jalur distribusi internasional.
Baca Juga: Terungkap, Toyota Indonesia dan Agrinas Sempat Berdiskusi Pengadaan Pikap
Ekspor Toyota Indonesia ke Timur Tengah
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan hingga saat ini perusahaan masih terus memproduksi kendaraan sesuai dengan pesanan ekspor yang sudah diterima.
"Komitmen kami dengan importir tidak ada perubahan. Hanya masalahnya adalah logistik terganggu sehingga saat ini kita tetap produksi normal sesuai dengan pesanan, tapi shipping atau pengapalan harus melihat situasi," ucap Nandi Julyanto, pada Jum'at (06/03) kemarin.
Sebagai informasi, Toyota Indonesia mengekspor sejumlah model kendaraan ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah, seperti Irak, Lebanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar dan Kuwait.
Baca Juga: Kenali Sejarah dan Penyakit Toyota Vios Generasi Kedua
Sebagian wilayah tersebut berada relatif dekat dengan kawasan konflik. Tapi, Toyota menilai masih terlalu dini untuk melihat seberapa besar dampak konflik terhadap aktivitas ekspor kendaraan.
Toyota sendiri masih memantau perkembangan situasi geopolitik untuk melihat apakah konflik ini bersifat sementara atau berpotensi berkepanjangan.
Jika terjadi berkepanjangan, Toyota akan menyiapkan langkah antisipasi agar ekspor tetap berjalan.