KabarOto.com - Transmisi otomatis menawarkan kemudahan berkendara, terutama saat menghadapi kemacetan perkotaan. Namun, agar tetap bekerja optimal dan terhindar dari kerusakan, pemilik mobil perlu memperhatikan perawatan serta kebiasaan berkendara sehari-hari.
Toyota Astra Motor membagikan sejumlah panduan untuk menjaga transmisi otomatis tetap halus dan responsif. Mulai dari yang ringan seperti penggantian oli hingga cara mengoperasikan tuas transmisi.
Baca Juga : Ducati Desmo450 MX and 450 MX Factory 2027 Bocorkan Spesifikasi
Fungsi Pelumas ATF dan Jadwal Pergantian
Oli transmisi atau Automatic Transmission Fluid (ATF) berfungsi sebagai pelumas, penghantar tekanan hidrolik, dan pendingin komponen transmisi. Seiring pemakaian, kualitasnya dapat menurun sehingga memengaruhi kinerja perpindahan gigi.
Jadwal penggantian harus mengikuti buku panduan kendaraan, dengan mempertimbangkan jenis transmisi dan kondisi penggunaan. Jangan hanya berpatokan pada jarak tempuh, terutama jika mobil sering digunakan dalam kemacetan atau membawa beban berat.

Setiap jenis transmisi membutuhkan fluida dengan karakteristik berbeda. Oli untuk transmisi otomatis konvensional belum tentu sesuai untuk CVT maupun dual-clutch transmission (DCT).
Gunakan Pelumas Sesuai Rekomendasi Pabrik
Karena itu, gunakan oli dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan dan hindari mencampur jenis fluida yang berbeda. Jangan sampai tertukar karena akan mengganggu kinerja transmisi.
Perawatannya sudah, nah dari perilaku berkendara juga berpengaruh terhadap keawetan transmisi otomatis. Misal saat hendak berpindah dari posisi R (Reverse) ke D (Drive) atau sebaliknya, pastikan mobil berhenti sepenuhnya terlebih dahulu.
Baca Juga : BYD Atto 8 Meluncur di Paris Auto Show 2026, Jadi Flagship SUV
Kebiasaan memindahkan tuas ketika kendaraan masih bergerak dapat memberikan beban berlebih pada komponen transmisi dan mempercepat keausan.
Berhenti di Tanjakan
Kemudian ketika berhenti di tanjakan, gunakan pedal rem atau rem parkir untuk menahan kendaraan, jangan ditahan di posisi D. Pastikan pula sistem pendingin bekerja dengan baik agar suhu transmisi tetap terkendali.
Jika mulai terasa menghentak, terdapat jeda saat masuk posisi D atau R, muncul bunyi tidak biasa, atau putaran mesin meningkat tanpa diikuti akselerasi yang sepadan. Maka segera bawa ke bengkel untuk pemeriksaan.