Begini Cara Merawat Mobil Transmisi Matik Dan Manual

Begini Cara Merawat Mobil Transmisi Matik dan Manual Mobil dengantransmisi otomatis

KabarOto.com - Saat membeli mobil, kita akan ditawarkan pada dua pilihan mesin bertransmisi otomatis dan manual. Masing-masing jenis transmisi memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk cara merawatnya supaya dapat bekerja optimal dalam membantu mobilitas pelanggan.

Perbedaan Transmisi Manual dan Otomatis
Transmisi manual memang terlihat sangat rumit saat pengoperasian, karena harus menekan kopling untuk menggunakan persneling. Transmisi ini juga agak terkadang membuat pegal pengemudi saat berada di jalan macet.

Baca Juga: Tips Cegah Serangan Jantung Saat Mengemudi Mobil

Apalagi saat di jalan menanjak, tentu bagi pengemudi yang tidak biasa akan keculitan. Jika dalam kondisi seperti itu, transmisi matik memiliki keunggulan, tidak membuat lelah pengemudinya. Meski begitu, di jalan yang lalu lintas lancar seperti tol, transmisi manual bisa menyalurkan tenaga lebih cepat dibanding transmisi matik.

Apapun transmisinya, yang terpenting adalah bagaimana cara merawatnya. Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000 menjelaskan cara merawat transmisi manual. Bagian pertama yang wajib dirawat adalah kopling mekanis.

Hindari kebiasaan buruk seperti tidak menekan pedal kopling secara benar saat perpindahan gigi atau kasar saat melepas dan menekan. Hindari pula kebiasaan menahan setengah kopling saat di tanjakan. Karena akan mempercepat keausan pada kampas kopling. Jangan meletakkan kaki di pedal kopling saat mobil berjalan karena akan mempercepat keausan kopling.

Kualitas oli transmisi manual yang bekerja melumasi gigi transmisi, synchromesh, dan komponen lain di dalam rumah transmisi itu harus dijaga. "Oli transmisi manual yang terjaga kualitasnya akan melindungi gigi transmisi," terangnya. Selain itu, akan memudahkan perpindahan gigi, dan menambah panjang usia pakai transmisi.

Sementara itu, untuk merawat transmisi otomatis selalu memeriksa tekanan oli dan Torque Converter untuk menggerakkan perpindahan gigi. Torque Converter menggantikan kopling mekanis dan seluruh komponen yang berada di dalam transmisi terendam oli. Pelumas memegang peran penting dalam menjaga performa transmisi matik.

Selanjutnya ada Automatic Transmission Fluid (ATF) yang memiliki tugas sebagai pelumas seluruh komponen bergerak, baik di dalam torque converter maupun rumah transmisi.

Selain itu, ATF juga harus menyalurkan tenaga hidrolis bertekanan tinggi untuk mengoperasikan kopling dalam rangka menyalurkan daya mesin dan melakukan perpindahan gigi.

Baca Juga: Simak Tips Rawat Kaca Film Untuk Mobil Kesayangan

Ada beberapa tipe ATF di mobil, di antaranya Dexron II sampai IV, T-IV, WS, dan CVT. Memiliki spesifikasi yang berbeda, terkait kekentalan fluida dan performa lain, seperti kemampuan menyerap panas dan melindungi komponen dari gaya gesek. Penggunaan ATF yang salah akan memengaruhi performa transmisi matik.