Begini Penjelasan Jenis Aditif Oli Mesin

Begini Penjelasan Jenis Aditif Oli Mesin

KabarOto.com – Oli merupakan bagian terpenting dalam sebuah mesin mobil ataupun motor. Oli berguna untuk melumasi setiap komponen mesin yang bekerja, agar selalu terlindungi dari gesekan, keausan, hingga membersihkan ruang mesin.

Zaman sekarang oli mesin sudah lebih canggih karena dicampur beberapa bahan aditif sebagai pelengkap perlindungan mesin. Menurut Workshop yang diadakan oleh pihak Pertamina dijelaskan oleh Brahma Putra Mahayan selaku Jr. Technical Specialist HSD Engine Oil PT. Pertamina Lubricants, ada beberapa zat aditif penting digunakan dalam oli mesin.

Baca juga: Akomodir Mesin Modern, Wealthy Apogeo Jadi Pelumas Terbaru Welty Indah Perkasa

1. Anti Oxidant, memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada molekul pelumas.

2. Detergent, punya peran menjaga permukaan metal bebas dari kotoran.

3. Dispersant, mampu mengendalikan kotoran atau contaminant agar terdispersi secara merata dalam pelumas. Artinya mencegah kotoran yang terbawa oleh oli agar tidak bercampur. Misalnya ada kotoran pada filter oli hingga membuatnya tersumbat.

4. Anti karat atau anti korosi, mencegah terjadinya karat pada bagian metal pada mesin yang berhubungan dengan pelumas.

5. Anti Wear atau Extreme Pressure, bertugas mencegah gesekan dan keausan bagian mesin yang dalam kondisi “boundry lubrication”, contoh mudahnya adalah pelumas mampu melumasi pergesekan pada bagian celah terkecil seperti roda gigi di mesin.

6. Pour Point Depressant, menekan titik beku pelumas agar mudah mengalir pada suhu rendah. Aditif ini mencegah pembekuan pada oli ketika suhu dingin.

7. Friction Modilier, meningkatkan tingkat kelicinan dari film pelumas.

8. Anti Foam, mencegah terjadinya oli menjadi busa di dalam mesin.

9. Metal Deactivator Mencegah terjadinya efek "katalis" dari partikel keausan mesin sehingga dapat mencegah akselerasi proses oksidasi pelumas. Maksudnya adalah meskipun mobil tidak dipakai, ada partikel dalam mesin yang kemungkinan dapat saling bereaksi. Dengan adanya aditif ini, maka bisa diminimalisir.

Baca juga: Kecanduan Adu Kebut, Begini Jadinya Kalau Pembalap Cilik Ultah

Khusus Metal Deactivator, apabila membaca buku manual tertulis pergantian oli mesin setiap beberapa kilometer atau enam bulan, mana yang lebih dahulu. Nah aditif ini yang menjaga agar oli dan partikel tidak bereaksi kurang lebih dalam waktu enam bulan.