Bisakah Modifikasi Mesin Tanpa Gugurkan Garansi Pabrikan? Ini Jawabannya

Bisakah Modifikasi Mesin Tanpa Gugurkan Garansi Pabrikan? Ini Jawabannya

KabarOto.com - Bagi pencinta oprek mesin, belum sah bila komponen itu belum tersentuh. Begitu juga dengan tenaga mesin bawaan pabrik standar yang buat sebagian orang masih kurang pas dengan keinginan. Namun, adakah batasan modifikasi mesin agar tak menghilangkan garansi pabrikan.

Nirawansyah, Chief Mechanic Nusantara Motor, Jakarta Barat (11/3/2018), membeberkan, pada dasarnya memodifikasi mesin sama seperti mengubah bodi dan bagian lainnya.

Artinya, ubahan tak boleh mempengaruhi fungsi. ”Misalnya saja banyak orang yang masih percaya pada penambahan additive oli yang akhirnya terbukti menyebabkan kerusakan mesin karena olinya menggumpal, maka garansi mesin akan hilang. Atau mengganti peranti yang mengubah fungsi standar. Jika terjadi kerusakan, garansi juga hilang,” kata Wira, sapaan akrab Nirawansyah.

Contoh lainnya, mengganti saringan udara. Asal tidak bertipe saringan udara terbuka/ open air filter, masih bisa ditoleransi untuk tidak menggugurkan garansi. Pria 34 tahun itu mengatakan, lebih amannya disarankan langsung berkonsultasi dengan bengkel resmi.

Bagaimana halnya dengan sistem gas buang serta knalpot? Wira yang pernah bekerja di salah satu APM itu mengatakan kurang lebih sama dengan prinsip di atas. Jika ada kerusakan akibat knalpot non-orisinal, garansi otomatis akan hilang.

“Buat catatan saja, personalisasi knalpot tidak selalu memilik efek positif. Ubahan di sistem exhaust yang tidak tepat dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih boros dan tenaga hilang. Setiap jenis dan model mobil memiliki hitungan sistem exhaust sendiri untuk menghasilkan performa optimal,” tutupnya.