Daya Jual Menurun, Ini Tanggapan Pemilik Dealer Harley Davidson Di Indonesia

Daya Jual Menurun, Ini Tanggapan Pemilik Dealer Harley Davidson di Indonesia Jejeran motor bekas Harley Davidson di dalam showroom Fatz Moge (Foto: Kabaroto)

KabarOto.com - Penjualan motor gede (moge) Harley Davidson mengalami penurunan selama lima tahun terakhir. Bahkan, perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS) itu sampai melakukan pengurangan karyawan.

Menurut data yang diungkap Reuters, penjualan Harley Davidson menurun hingga 4,5 persen secara global dan 7,1 persen di AS.

Konsultan AlixPartner, Arun Kumar, menilai fenomena ini terjadi karena minat mayoritas warga AS menggunakan sepeda motor tidak sebesar seperti dulu.

"Konsumen di AS condong untuk menabung dan mendapatkan kendaraan yang lebuh mewah," ujar Kumar.

Baca Juga:

Lantas, apakah penurunan penjualan Harley secara global juga berdampak negatif di Indonesia? Pemilik dealer Harley Davidson, Andre Fatz, mengungkapkan bahwa penjualan di Indonesia cukup stabil.

Menurut dia, pasar moge di Tanah Air cukup stabil karena terbantu oleh banyaknya komunitas motor Harley Davidson yang tesebar di wilayah Nusantara.

"Kalo dibilang menurun sih enggak, cuma memang daya belinya itu ya masih balance lah. Kalau ekonomi menurun, ya otomatis daya jual kita menurun. Saat ini, penjualan cukup stabil, range-nya bisa lima-sepuluh unit per bulan," ujar Andre kepada Kabaroto.com.

Berawal dari hobi mengoleksi dan memodifikasi Harley Davidson sejak di bangku kuliah, pria bernama lengkap Andre Fatz ini berinisiatif untuk terjun ke dalam bisnis jual beli motor produksi Negeri Paman Sam tersebut.

Pria yang akrab disapa Andre itu akhirnya mendirikan dealer jual beli motor seken (bekas) Harley Davidson yang diberi nama "Fatz Moge" yang berada di kawasan Gading Serpong- Tangerang.

Showroom yang telah berdiri sejak tahun 2013 itu menjual berbagai tipe motor asal Amerika Serikat, mulai dari Harley Davidson 1200 Sportster CA dan CB hingga Harley Davison Road King Classic.