Genap 40 Tahun, STP Luncurkan 2 Oli Baru Di GIIAS 2018

Genap 40 tahun, STP Luncurkan 2 Oli Baru di GIIAS 2018 STP SYN Full Synthetic CVT Fluid dan STP SYN Full Synthetic ATF MV diluncurkan di GIIAS 2018 (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Produk pelumas dan cairan kendaraan otomotif STP, resmi meluncurkan 2 pelumas terbarunya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 pada Rabu (8/8/2018). Ajang ini pun sekaligus sebagai momentum perayaan 40 tahun PT Laris Chandra selaku distributor STP di Indonesia.

Adapun dua produk terbaru STP tersebut antara lain, STP SYN Full Synthetic CVT Fluid dan STP SYN Full Synthetic ATF MV.

“STP SYN Full Synthetic CVT Fluid dirancang khusus sebagai cairan transmisi Continuous Variable Timing untuk digunakan pada mayoritas kendaraan masa kini. Diformulasikan dari pelumas full sintetis dan aditif untuk memastikan pengoperasian transmisi yang lebih halus dan konsisten di berbagai kondisi jalan dan temperature,” ujar Marc Jarvis, General Manager STP Amerika.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Activgard Pada Minyak Rem STP

Sementara Stanley Tjhie, Business Director PT Laris Chandra menambahkan, STP SYN Full Synthetic CVT Fluid punya 3 kelebihan yakni memberikan performa maksimal dalam melindungi transmisi CVT dari karat, korosi, oksidasi serta dapat mencegah kerusakan seal dan kebocoran oli. "Ini juga aman bagi material seal yang terbuat dari nylon sekalipun," ujarnya.

Selain itu, STP juga mengeluarkan oli transmisi STP SYN Full Synthetic ATF MV. “Oli transmisi otomatis Multi-Vehicle full sintetis ini dirancang untuk berbagai jenis transmisi otomatis agar perpindahan transmisi lebih halus dan mengurangi friksi. Oli ini juga melindungi transmisi dari karat, korosi, oksidasi dan melepaskan panas sehingga performa transmisi tetap terjaga,” kata Marc.

Kedua varian oli transmisi full sintetik tersebut di banderol seharga Rp 150.000. "Memang pelumas ini bisa dibilang jarang diganti, atau interval penggantian setiap 100 ribu kilometer. Namun jika sudah 5 tahun belum mencapai 100 ribu kilometer, ada baiknya tetap diganti karena kimia didalam oli pasti akan mengandung air dan terjadi penguapan," pungkas Stanley.