Hampir Selesai, Peserta IOX 2019 Andalas Hanya Tersisa 30 Orang

Hampir Selesai, Peserta IOX 2019 Andalas Hanya Tersisa 30 Orang

KabarOto.com - Setelah absen selama lebih dari satu tahun, gelaran Indonesia Off-Road eXpedition (IOX) 2019 kembali diadakan pada Sabtu (9/2/2019) dengan mengambil rute dari kota Medan menuju Bukit Tinggi, dan diperkirakan bakal melahap total jarak sejauh 1.400 km selama 16 hari.

Sebelumnya Ketua Panitia IOX 2019 Andalas, Zulkarnain Danie mengatakan, terdapat 81 kendaraan 4x4 dan 74 motor yang sudah tiba di Medan sejak Sabtu pagi hari. Akan tetapi kini tinggal 30-an yang bisa tetap bersama rombongan sesuai jadwal. Team Leader IOX 2019 yang membuat rute dan memimpin perjalanan, Syamsir Alam menambahkan, bahwa sebagian besar peserta gagal memasuki trek karena belum bisa keluar dari trek-trek sebelumnya.

Baca juga: Jeep Gladiator Segera Hadir Tahun Depan

"Semakin hari semakin sedikit jumlah peserta yang bisa mengikuti seluruh trek sesuai jadwal, karena mayoritas masih berjibaku untuk keluar dari trek-trek sebelumnya," ujar Syamsir.

Ladang pembantaian pertama yang dilakoni para offroader super ekstrem ini berada di trek Siosar (Puncak 2000), yang berlokasi di Brastagi, Sumatera Utara. Pada hari keempat, para peserta langsung disajikan menu gila menghadapi medan off-road yang dikatakan banyak peserta senior IOX 2019 sebagai trek terberat selama kegiatan ini dilaksanakan.

Usai dari Siosar seluruh peserta istirahat di Silalahi, Danau Toba. Selain menikmati keindahan alam dan budaya Danau Toba, para peserta memiliki kesempatan untuk memperbaiki kendaraan. Namun akibat kerusakan yang agak sulit diperbaiki, tercatat ada dua kendaraan yang menyerah dan tidak dapat melanjutkan acara berikutnya.

Baca Juga: Sempat Mati Suri, Indonesia Off-Road EXpedition Andalas 2019 Kembali Digelar

Lanjut dari Silalahi, seluruh peserta bergerak ke Parmonangan untuk off-road. Tercatat hanya 22 kendaraan 4x4 yang masuk trek, karena sisanya masih tercecer di trek Siosar dan sebagian lagi rusak sehingga harus masuk bengkel untuk perbaikan. Trek ke Parmonangan ini memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi karena melalui banyak jurang. Tentunya para peserta merasa khawatir meski mengamini tertantang dalam melalui trek jurang tersebut.

"Bagi peserta yang tercecer di belakang, dilarang memasuki trek tersebut untuk mengurangi risiko celaka," sambung Syamsir. Sekitar 56 kendaraan mengambil jalan on-road (aspal) ke Sibolga via Tarutung. Sebagian peserta akhirnya menginap dan berkesempatan menikmati wisata di Tarutung yang sejuk. Khususnya wisata kuliner Kopi Karo yang sangat istimewa meski belum sepopuler seperti Kopi Gayo atau Sidikalang.

Sebagian peserta yang keluar dari trek Parmonangan kembali mengalami kerusakan berat. Bahkan ada peserta yang harus membeli suku cadang dari Medan dengan jarak 11 jam perjalanan darat. Disisi lain, sebagian peserta yang tercecer di trek sebelumnya sudah bisa bergabung menuju Sibolga.

Baca juga: Inilah Mercedes-Benz G Class Terkuat Dan Beringas, Minat Sob?

Sekitar 56 kendaraan start dari Sibolga jalan on-road menuju pantai Tabuyung menyusuri jalan pasir di pantai sepanjang 10Km. Seluruh peserta sangat menikmati trek pantai pasir yang sepi ini dengan memacu kecepatan tinggi. Selanjutnya dari Tabuyung, peserta menuju Simpang Gambir melalui jalan on-road dan off-road melalui perkebunan sawit dan ladang. Hanya ada 29 kendaraan yang memasuki trek ini, karena sisanya tercecer di belakang dan sebagian lagi diperbaiki karena rusak.

Begitu pula di trek Simpang Gambir ke Sapotinjak di hari berikutnya, hanya 31 peserta yang memasuki trek. Kondisi trek banyak melalui sungai dan batu. Memasuki hari ke-11, diiringi dengan hujan deras ada 40 kendaraan peserta yang kembali memasuki jalur off-road berat Sapotinjak ke Aek Mais. Para peserta harus melalui tanjakan tanpa winching point dengan jurang yang dalam sepanjang trek.

Jelang sore hari, ada 20 kendaraan yang berhasil finish dan tiba di base camp di Kotanopan. Mereka disambut Bupati Madina, Sumatera Utara Dahlan Harun Nasution. Sisanya sebanyak 20 kendaraan baru berhasil keluar satu persatu sejak malam hingga siang hari esoknya. Seluruh peserta dijamu makan malam, hiburan musik dan durian lokal yang terkenal kelezatannya.

Hari Rabu, para peserta menjalani trek on-road memasuki wilayah Sumatera Barat untuk kemudian membuka tenda di Kawasan Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota. Selanjutnya, diperkirakan para peserta akan mencapai finish di Bukittinggi pada Minggu (24/2/2019).