Hindari Kredit Kendaraan Macet Dengan Cara Ini

Hindari Kredit Kendaraan Macet dengan Cara Ini

KabarOto.com - Relaksasi kepada industri otomotif yang diberikan oleh Pemerintah untuk kuartal pertama menjadi dorongan positif bagi bangkitnya pelaku otomotif dari keterpurukan akibat pandemik Covid-19. Tujuannya membuat perekonomian Indonesia kembali stabil dan daya beli masyarakat kembali normal.

Diskon PPnBM 0 persen pun diberikan agar industri yang memperkerjakan banyak orang ini sampai akhir tahun 2021 nanti. Pajak 0 persen itu juga didukung dengan promo harga beli mobil yang menguntungkan.

Baca Juga: Beli Mobil Dan Motor Lewat Channel Digital Adira Finance Dapat Uang

Namun ada baiknya jangan terkecoh dengan promo yang dihadirkan, dengan iming-iming DP 0 persen. Karena, jika DP murah cicilan lebih mahal dibanding dengan DP yang lumayan besar.

Jika cicilan besar, tentu akan terbebani, dampaknya kredit kendaraan jadi macet. Apalagi situasi seperti ini di mana perusahaan masih belum stabil pemasukan dan pengeluarannya.

"Kalau tidak mau kena kredit macet, jangan beli kendaraan bermotor di luar kemampuan," terang Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan Bonggowarsito.

Dia mencontohkan, misal mencicil sekian juta, cari yang cocok dengan pemasukan. "Jangan mencari DP, tapi cermati besarnya cicilan," tambah Niko. Dia tidak menyarankan konsumen mengambil mobil dengan DP 0 persen.

Niko menekankan, jika konsumen ingin membeli kendaraan, ada baiknya menghitung kembali berapa besaran angsurannya. Hitungan itu juga bisa disesuaikan dengan pendapatan konsumen.

Baca Juga: Ini Yang Dilakukan Adira Finance Tingkatkan Pembiayaan Otomotif Tahun 2021

"Sekali lagi, jangan lihat DP, tapi angsurannya berapa, bunganya berapa, sehingga bisa memperkirakan pendapatan untuk membayar cicilannya," tambah Niko lagi. Sehingga menurut dia tidak terkena imbas kredit macet.