Isuzu Masih Pertimbangkan Untuk Ikut GIIAS 2020

Isuzu Masih Pertimbangkan untuk Ikut GIIAS 2020 Suasana GIIAS 2019

KabarOto.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia sudah merencanakan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan berlangsung pada Oktober 2020. Gaikindo memastikan, pameran akan mengikuti protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Beberapa Agen Pemegang Merek (APM) mulai bersiap diri, ada yang konfirmasi untuk ikut serta ada juga yang masih melihat kondisi. Salah satunya Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Mereka mengaku, situasi tersebut sangat dilematis, dan sulit.

Baca Juga: Gaikindo Masih Optimis GIIAS 2020 Tetap Berlangsung

IAMI menganggap, apakah dalam masa New Normal masyarakat akan tertarik untuk datang ke pameran yang mengumpulkan banyak orang?

"Prediksi kami orang akan tetap mengurangi kontak sosial,” jelas Attias Asril, General Manager Marketing IAMI.

Booth Isuzu di GIIAS

Banyak pertimbangan untuk mereka ikut serta dalam pameran terbesar se Asia Tenggara itu. Karena menurut mereka, budget yang disiapkan tidak sedikit, apalagi di masa sekarang penjualan yang tidak seperti biasanya. “Kita harus pertimbangkan benar ya kalau mau ikut GIIAS, karena budget tidak sedikit,” terangnya lagi. Skala prioritas tetap menjadi pertimbangan mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gakindo berasumsi bahwa bulan Juni 2020 kondisi pandemik akan mulai membaik. Kemudian pada bulan Juli 2020 kondisi negara secara keseluruhan akan mulai berangsur-angsur normal, termasuk kondisi ekonomi Indonesia.

Tahun ini penyelenggaraan penyelenggaraan GIIAS 2020 The Series agak meleset, Gaikindo hanya akan menggelar dua pameran pada tahun ini, yaitu GIIAS Surabaya 2020 dan The 28th GIIAS di BSD-City. Sementara penyelenggaraan GIIAS Makassar dan GIIAS Medan akan dilaksanakan pada tahun depan.

Baca Juga: Cara Bertahan Isuzu, Fokus Di Logistik Dan Transportasi

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo menyatakan, keputusan ini sudah menimbang dan merupakan hasil keputusan bersama. “Kami harus berpikir ke depan, berbagai faktor harus kami prioritaskan, seperti kesehatan dan keselamatan masyarakat, kondisi perekonomian negara," terangnya.