Jelang Idul Adha, Ini 3 Tips Ringan Untuk Kendaraan Logistik

Jelang Idul Adha, Ini 3 Tips Ringan untuk Kendaraan Logistik

KabarOto.com - Perayaan Idul Adha yang akan berlangsung pada 20 Juli 2021 (10 Dzulhijjah) mendatang diprediksi membuat permintaan transportasi logistik pengangkut hewan ternak meningkat.

Pasalnya, banyak masyarakat yang membutuhkan moda angkutan untuk mengirimkan hewan kurban dari lokasi ternak ke Masjid maupun Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R).

Dalam situasi pandemi ini, kabarnya prosesi Kurban akan dilaksanakan dalam tiga hari (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) untuk memecah kerumunan massa pada lokasi Kurban.

Produsen ban global Hankook Tire mengingatkan kembali agar pemilik dan operator kendaraan niaga mempersiapkan manajemen angkutan logistik lebih baik jelang Idul Adha agar keuntungan bisnis dapat tercapai dan keselamatan berkendara juga tetap terpenuhi.

Baca juga: Tahun 2030 Pemerintah Tergetkan Indonesia Bebas Truk ODOL

National Sales Manager Truck and Bus Radial (TBR) PT. Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni menjelaskan, “Salah satu manajemen logistik paling penting adalah manajemen perawatan ban karena ban merupakan salah satu bagian dari kendaraan yang menopang beban dan bersentuhan langsung dengan jalanan.”

Pertama, manajemen ban dimulai dari pemilihan ban yang tepat. Salah satu hal paling penting dalam pemilihan ban adalah memilih ban sesuai dengan kondisi jalan yang akan dilalui dan beban muatan yang akan diangkut.

Kapasitas daya angkut ban dapat diketahui melalui Indeks Beban yang terdapat pada dinding samping ban. Contohnya terdapat indeks beban 149/146J. Artinya, setiap satu ban tersebut mempunyai kapasitas daya angkut saat dipasang secara single (di depan) sebesar 3.250 Kg, sedangkan untuk ban dipasang dual/ganda (umumnya ban belakang) adalah 3 ribu Kg dengan batas kecepatan maksimal 100 Kpj.

Jika terpaksa harus mengangkut lebih dari kapasitas, pastikan untuk tetap mematuhi aturan ODOL (over dimension, overload), menambah tekanan angin, dan mengurangi kecepatan.

Kedua, salah satu manajemen perawatan ban yang penting adalah pengecekan kondisi ban dan tekanan angin secara rutin. Pengecekan kondisi ban ini minimal dilakukan setiap sebelum melakukan perjalanan.

Periksa tekanan angin ban apakah sesuai dengan beban yang dimuat, lalu telapak ban apakah masih di atas batas minimal tebal telapak ban, periksa apakah ada luka atau benjolan pada ban atau ada batu-batu yang menempel pada telapak ban maupun di antara ban ganda.

Baca juga: Lewat Jembatan Timbang, Kemenhub Perketat Truk ODOL

Ketiga, gaya mengemudi. Mengemudi dengan kecepatan stabil akan membantu mesin menjadi lebih efisien. Selain itu, dengan kecepatan konstan, pengendara tidak perlu menginjak pedal gas maupun rem secara agresif.

Kedua gaya mengemudi itu bisa membantu pengendara maupun operator kendaraan dalam memangkas ongkos BBM dan memperpanjang usia ban, sehingga biaya operasional juga dapat berkurang.

Menilik kembali ke tahun 2019, Korlantas RI sempat menyebutkan bahwa 136 ribu kasus pelanggaran lalu lintas diakibatkan dari truk yang kelebihan beban, dan 90 diantaranya menyebabkan kecelakaan beruntun. Kecelakaan yang terjadi karena ODOL lebih berbahaya karena memungkinkan banyak korban jiwa dalam satu peristiwa. Belum lagi muatan yang tercecer atau dalam konteks Idul Adha terdapat hewan kurban yang mati maupun kabur sehingga mengganggu kondusifitas jalan.

“Hankook Tire berkomitmen untuk terus memproduksi ban berkualitas bagi para penggunanya agar tetap memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara,” tutup Yoonsoo Shin selaku President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia.