Jokowi Gunakan Motor Listrik Saat Kunjungan Di Asmat

Jokowi Gunakan Motor Listrik saat Kunjungan di Asmat Jokowi kunjungan ke Kabupaten Asmat

KabarOto.com - Sesuatu yang menarik kembali muncul ketika Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengunjungi Kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Kamis (12/4/2018). Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Indonesia itu menggunakan motor listrik dengan pelat nomor RI 1.

Bagi Jokowi, kunjungan kerja menggunakan motor bukanlah kali ini saja dilakukan. Pasalnya sebelumnya sang Presiden pun motoran ke Pelabuhan Ratu bersama Komunitas Chopper menggunakan sepeda motor Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper miliknya.

Baca juga: Unik, Jokowi Asyik Kendarai Motor Chopper Kunjungi Sukabumi

Dalam kunjungannya tersebut, Jokowi turut didamping beberapa menteri, kepala daerah dan juga bersama dengan kepala satuan wilayah setempat yang juga menggunakan motor listrik.

Di tengah perjalanan, Jokowi yang didampingi sang Ibu Iriana Joko Widodo harus menghadapi hujan yang cukup deras. Terlihat dalam beberapa foto Jokowi tidak menghentikan motornya dan tetap meneruskan perjalanan meski dilanda hujan.

Jokowi menggunakan motor listrik berkelir merah tersebut menuju Aula Wiyata Mandala yang merupakan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak 2,8 kilometer.

Jadi pilihan utama mode transportasi untuk menembus wilayah Asmat yang paling nyaman tentunya motoran. Karena memang jalan di wilayah tersebut banyak berbahan papan.

Namun, di balik kunjungan kerjanya tersebut, tersirat beragam pertanyaan. Khususnya dengan beredarnya motor listrik di sana. Mengingat belakangan mencuat masalah gizi buruk yang menimpah wilayah tersebut.

Kunjungan Jokowi ke Kabupaten Asmat
Kunjungan Jokowi ke Kabupaten Asmat

Sejarah Motor Listrik di Asmat

Motor listrik pertama kali didatangkan di tahun 2006 silam oleh seorang wanita Asal Sulawesi Selatan, Erna Sabuddin. Dengan merogoh kocek pribadinya, Erna sebenarnya hanya iseng untuk membeli motor listrik di Makassar dan dibawanya ke Agats.

Berdasarkann catatan Dinas Perhubungan setempat, di tahun 2016 lalu kendaraan listrik di sana telah berjumlah 1.495 motor. Melihat populasinya yang semakin banyak, mendorong Pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait penerapan retribusi bagi pemilik kendaraan dan pemasok kendaraan.

Pemerintah Kabupaten Asmat juga menerapkan pengunaan plat nomor penganti stiker retribusi. Karena kendaraan ini termasuk kategori sepeda, maka pemiliknya tidak memiliki STNK, Pajak Kendaraan atau SIM.

Selain itu, masyarakat Asmat juga dimudahkan dengan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk kendaraan listrik. Satu SPLU terdiri dari 4 colokan.